Senin, 15 Oktober 2018

PD Pembangunan Kota Cirebon Miliki Perumahan Rakyat


E-NewsIndonesia - Perusahaan Daerah Pembangunan (PDP) Kota Cirebon kini memiliki perumahan untuk masyarakat. 

Perumahan itu Griya Pembangunan Estate ini terletak di daerah Kayuwalang, Kelurahan Karya Mulya Kecamatan Kesambi kota Cirebon. Perumahan ini disambut baik oleh masyarakat yang ingin mencari perumahan murah namun berada di Kota Cirebon.

Dirut PDP Kota Cirebon Dr Pandji Amiarsa SH MH menjelaskan, perumahan dengan luas sekitar dua hektare ini merupakan bagian dari persediaan aset. Pihaknya bekerjasama dengan Bank BTN untuk pembayaran. Tipe yang ditawarkan yakni non komersil dan komersil.

"Alhamdulillah unit usaha kami bukan hanya mencatat aset dalam bentuk bangunan dan tanah tapi sudah bisa mengembangkan aset. Salah satunya PD Pembangunan sudah punya perumahan non komersil dan komersil, berada di pinggir Kota Cirebon dengan harga yang cukup terjangkau," kata Pandji di ruang kerjanya, Senin (15/10-18).

Perumahan ini menurut suami dari Suci Hati Handayani ini guna membuktikan kepada masyarakat bahwa aset milik PDP bisa dikelola dengan baik.

Perumahan yang terletak di pinggir Kota Cirebon ini akan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) perusahaan milik Pemkot Cirebon.

"Ini akan menjadi PAD untuk PDP, unit lain tengah kami kembangkan," jelasnya

Adapun usaha lain yang tengah dikembangkan antara lain, program ducting kerjasama Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon dengan Jabar Telematika, membedayakan kembali Plaza Panjunan, memperbarui kerjasama dengan sekolah Akademi Maritim Cirebon dan retribusi di kios bunga yang ada di sepanjang kali baru. 

"Banyak tugas kami untuk bisa mengembangkan usaha ini, dari mulai memperjelas aset, memperbarui kerjasama, menata kembali sampai kerjasama dengan pihak lain untuk bisa membangun perusahaan milik Pemkot Cirebon ini lebih baik," pungkas mantan ketua Badan Futsal Daerah kota Cirebon ini.(Is)

Peluru Nyasar Di Gedung DPR Nyaris Mengenai Tamu Fraksi Gerindra

E-NewsIndonesia - Peluru nyasar menerjang ruangan anggota Fraksi Gerindra Wenny Warouw di lantai 16 Gedung Nusantara I DPR Senin (15/10-2018).

Wenny menjelaskan peristiwa terjadi pada pukul 14.35 WIB. Saat itu, Wenny mengaku tengah menerima dua orang tamu, yaitu seorang pendeta bernama Hesky Roring dan anggota polisi AKBP Ronal Rumondor.

"Kami bertiga baru ngobrol 2-3 menit kaca meledak lihat ada pecahan, kemudian lihat ada bocor di plafonnya, saya disuruh tiarap," kata Wenny 

Menurutnya, hanya terdengar sekali suara letusan yang membuat kaca berhamburan di ruangannya. Peluru nyaris mengenai kepala dari tamu Wenny.

"Begitu lihat Kaca berhamburan di meja saya, tamu saya berteriak tiarap pak, penembakan, saya tiarap," kata dia.

Sejumlah personel kepolisian dari Polda Metro Jaya melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dua ruang kerja anggota DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Tampak personel Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polri ikut dalam olah tempat kejadian perkara itu.

Peluru bersarang di ruangan milik anggota fraksi Gerindra, Wenny Warouw yang ada di lantai 16. Selain ruangan Wenny, peluru juga bersarang di ruangan anggota fraksi Golkar, Bambang Heri Purnama di lantai 13.

Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut. Namun, akibat peluru itu kaca dan interior ruang kerja Bambang berlubang.

Berdasarkan informasi, peluru pertama kali ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB. 

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan peluru yang menembus ruang kerja anggota DPR adalah peluru nyasar dari latihan Persatuan menembak Sasasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin).

"Jadi intinya ada latihan di lapangan Perbakin, kemudian pelurunya nyasar ke gedung DPR," ujar dia, di Gedung DPR

Menurutnya, peluru nyasar itu menerpa dua ruangan anggota Komisi III DPR di lantai 13 dan 16, yakni Wenny Warouw dari Fraksi Partai Gerindra dan Bambang Hari dari Fraksi Partai Golkar.

Pihaknya baru menerima laporan peluru nyasar itu pada pukul 15.30 saat selesai rapat pimpinan.

"Setiap jumat [Perbakin] latihan di dekat gedung ini," jelas Bamsoet

Usai menerima laporan dan koordinasi dengan Kepolisian, Bamsoet menyebut pihak yang menembakkan peluru itu sudah diamankan.

"Kami serahkan ke pihak berwajib. Pelakunya ada anggota Perbakin Tangsel. Kami serahkan ke pengurus Perbakin secara organisaai. Jadi bukan terorisme atau aksi disengaja," tukasnya.

kesempatan yang sama, Dirkrimmum Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Dr. Nico Afinta, menjelaskan pelaku berinisial I dan sudah diperiksa kepolisian. Senjata digunakan juga sudah disita.  

"Pelaku yang inisialnya I sudah kita ambil keterangan dan ambil senjatanya," tandasnya.(Ach/is)

Minggu, 14 Oktober 2018

Saleem Iklim Meninggal Setelah Alami Kecelakaan

E-NewsIndonesia - "Engkau Bagai Air Yang Jernih Di Dalam Berkas Yang Berdebu...." itulah penggalan syair Penyanyi senior asal Malaysia, A.M Saleem Abdul Majeed atau Saleem Iklim, meninggal dunia pada Minggu, 14 Oktober 2018, pukul 06.00 waktu setempat di Rumah Sakit Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM), Kuala Lumpur, Malaysia.

Sebelumnya vokalis band Iklim yang sempat Hit lewat lagu "Suci Dalam Debu" itu mendapatkan perawatan usai alami kecelakaan di Bandar Mahkota Cheras, pada 12 September 2018.

Saleem yang menunggangi sepeda motor ditabrak mobil dari belakang saat dalam perjalanan menuju supermarket di dekat rumahnya. 

Akibat kecelakaan itu, 12 tulang rusuknya patah dan patahan tersebut menembus paru-paru sang rocker.

Saleem menghembuskan napas terakhir di Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM), Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu, 14 Oktober 2018, pukul 06.15 waktu setempat. Almarhum meninggal di usia 56 tahun.

Saleem sebelumnya menjalani perawatan di ruang ICU setelah mengalami kecelakaan motor pada 20 September 2018. 

Saleem Iklim dimakamkan di tempat pemakaman Islam Bandar Tun Hussein Onn Cheras, Minggu, 14 Oktober 2018, pukul 13.00 waktu setempat atau 12.00 WIB.(Is)

Wasekjen Demokrat Anggap Jokowi Pandai Membuat Hiburan

E-NewsIndonesia - Pidato Presiden Jokowi pada pembukaan acara rapat tahunan IMF yang digelar di Bali mendapat sambutan dan tepuk tangan serat tawa lebar para peserta dari negara lain. Sebenarnya apa sih yang membuat mereka tertawa sambil bertepuk tangan?

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada opening ceremony dengan mengibaratkan pertumbuhan ekonomi dengan serial film Game Of Thrones. Film yang berisikan konten kekerasan, Sex dan LGBT.

Berikut cuplikan sebagian pidato Presiden Jokowi :

"Namun akhir-akhir ini, hubungan antar negara-negara ekonomi maju… semakin lama semakin terlihat seperti “Game of Thrones”…Balance of power…dan aliansi antar negara-negara ekonomi maju… sepertinya tengah mengalami keretakan…Lemahnya kerjasama dan koordinasi telah menyebabkan terjadinya banyak masalah …. seperti peningkatan drastis harga minyak mentah… dan juga kekacauan di pasar mata uang yang dialami negara-negara berkembang…


Hadirin Yang Terhormat…



Dalam serial“Game of Thrones”,sejumlah Great Houses, Great Families... bertarung hebat antara satu sama lain, untuk mengambil alih kendali… “the Iron Throne” . “Mother of Dragons” menggambarkan siklus kehidupan. Perebutan kekuasaan antar para “Great Houses” itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar. Seiring perputaran roda…, satu Great House tengah Berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan… dan setelahnya,… House yang lain Berjaya, dengan menjatuhkan House yang lain



Namun … yang mereka lupa … tatkala para Great Houses sibuk bertarung satu sama lain, mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari Utara. Seorang evil winter, yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh dunia… dengan es dan kehancuran.



Dengan adanya kekhawatiran ancaman Evil Winter tersebut, … akhirnya mereka sadar: tidak penting siapa yang duduki di “Iron Throne”. yang penting adalah kekuatan Bersama untuk mengalahkan Evil Winter agar bencana global tidak terjadi. Agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak poranda yang menyengsarakan kita semua."


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai jika saat ini hubungan perekonomian dari negara-negara maju tengah mengalami keretakan. Bahkan, dia mengibaratkan kondisi tersebut seperti serial televisi Game of Thrones.

"Hubungan ekonomi negara maju semakin lama semakin terlihat seperti Game of Thrones, balance of power dan aliansi antara negara ekonomi maju seperti mengalami keretakan. Lemahnya koordinasi membuat terjadi banyak masalah, seperti peningkatan harga minyak, kekacauan mata uang dialami negara berkembang," kata Jokowi pada Pertemuan IMF-Bank Dunia di Nusa Bali, Jumat (12/10-2018).

Bahkan bantuan negara maju membuat negara berkembang mampu berkontribusi besar ke perekonomian dunia.

"Namun dalam serial Game of Thrones sejumlah Great Houses, Great Families bertarung hebat satu sama lain mengambil alih kembali Iron Throne. Mother of Dragon menggambarkan siklus kehidupan. Setelah satu house yang lain menjatuhkan house yang lainnya. Namun yang mereka lupa tatkala Great Houses bertarung satu sama lain mereka tidak tahu ancamanbesar dari utara," Jokowi kembali menggambarkan.

Lebih lanjut Jokowi meyakini jika film Game of Thrones akan berakhir baik. Film ini akan memberikan pesan moral di akhir ceritanya.

"Tahun depan kita akan saksikan season terakhir Game of Thrones. Saya bisa perkirakan bagaimana akhir ceritanya. Saya yakin ceritanya akan memberikan pesan moral konfrontasi dan perselisihan akan menyebabkan penderitaan bukan hanya kalah tapi juga uang menang," tutur dia

Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik menanggapi pidato presiden dengan mengatakan Jokowi presiden yang paling pandai membuat hiburan.

Berikut ini cuitan Rachland Nashidik pada twitternya :

1. Masih tentang pidato pak @jokowi. Saya yakin, disamping politik, keahlian Presiden kita itu menghibur. Buktinya, tamu-tamu AM IMF-WB yang dimintai komentar, semua sambil tertawa memuji pidato Pak Jokowi. Tak salah lagi, Pak Jokowi berhasil membuat mereka merasa terhibur.


2. Bukti kemampuan Presiden menghibur sebenarnya banyak. Presiden misalnya pernah menghibur mereka yang sangsi atas kinerjanya dalam bidang ekonomi dengan mengatakan pertumbuhan ekonomi akan "meroket". Orang tak akan lupa bagaimana tangan Presiden mengilustrasikan "meroket" itu.



3. Sebelumnya, saat kampanye, Pak Jokowi menghibur mereka yang terpukau oleh politik ekonomi populis-nasionalistis, dengan mengatakan US Dollar akan jadi cuma Rp. 10 ribu. Indosat akan dibeli balik. Dan jutaan lapangan kerja akan terbuka. Tentu, syaratnya beliau jadi Presiden.



4. Baru-baru ini, Presiden menghibur bangsa yang berduka akibat bencana alam beruntun, dengan mengatakan pemerintahnya meyakini Palu akan normal dalam sepekan. Siapa yang tak terhibur oleh janji itu? Sayang, dari Palu setelah itu kita justru mendengar kabar orang mati kelaparan.



5. Tentang ketahanan pangan, Presiden juga pernah pidato berapi-api mengecam kebijakan impor dan rente ekonomi di baliknya. Tentu mafia pangan mukanya kecut mendengar itu. Tapi para petani dan nelayan tentu terhibur karena menyangka kebijakan Presiden akan memihak nasib mereka.



7. Kembali pada AM IMF-WB di Bali. Tentu IMF dan WB lega, senang, memuji. Bukan cuma pidato itu unik, tak terpikir oleh Presiden lain dan tak ada presedennya dalam sejarah dunia. Tapi karena mereka disindir pun tidak. Padahal Presiden pernah pidato tajam mengkritisi IMF dan WB.



8. Kini hajat kolosal di Bali kelar. Apa hasilnya? Adakah sikap Indonesia atau gagasan Presiden yang diadopsi IMF-WB bagi pengelolaan ekonomi global? Namun sejumlah komitmen ekonomi yang diteken di sana kelihatannya cukup menghibur. Bangsa ini sedang sangat butuh harapan. Apapun.

Sementara itu zarra zetira menyayangkan presiden Jokowi mengambil gambaran ekonomi dengan film seri Game Of Thrones yang berisikan banyak penyimpangan sexual.

"The best LGBT scenes and characters in game of thornes. Pak Jokowi sudah nonton semua ini dong yah pastinya sebagai fans berat serial ini. Setelah menonton film GOT apa yang bisa dibawa pulang dn diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?" cuitnya dalam twitter. (Ach)

Sabtu, 13 Oktober 2018

Taufiqurrahman Hadiri Pembukaan Posko Pemenangan RKT 72

E-NewsIndonesia - Jum'at malam (12/10-2018) sejumlah relawan ‘Buruh Go Politic’ anggota FSPMI DKI Jakarta ikut berkumpul dalam acara tasyakuran Posko Rakyat Pemenangan RKT 72 (Relawan Kardinal Taufiqurrahman 72 ) yang beralamat di jalan veteran RT 09/RW 06 No 20A Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Umar Boy sebagai ketua panitia mengundang para ketua RW, ketua RT, tokoh pemuda dan ulama setempat dalam rangka pengenalan posko rakyat RKT 72 serta ramah tamah dengan masyarakat sekitar agar keberadaan dan kegiatan Posko RKT 72 bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. 

Selepas Isya para tamu undangan dan relawan berdatangan yaitu simpul simpul perwakilan 58 RW dari 31 kelurahan Jakarta selatan yang meliputi Tebet, Pancoran, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Jagakarsa. Kemudian di ikuti tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RW, RT dan Warga setempat.


Acara di buka oleh Ustad Abdul Salam dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah Swt, atas nikmat iman, rezeki dan panjang umur, sekaligus doa dan harapan, atas agenda politik dan sosial kemasyarakatan yang selama ini dijalankan diberikan kelancaran dan kemudahan oleh Allah SWT.

Dalam sambutannya Kardinal, AMd (Ketua PC SPAI FSPMI DKI Jakarta) memperkenalkan diri sebagai salah satu calon anggota legislatif yang akan bertarung di pileg 2019 mohon doa restu serta dukungan untuk maju sebagai caleg DPRD DKI Partai Demokrat Dapil 8 Jakarta selatan nomor Urut 7. 

Kardinal berharap untuk bisa menjadi bagian keluarga besar Duren Tiga dengan didirikannya Posko Rakyat RKT 72 yang terbuka 24 Jam terkait pendampingan program Pro Rakyat.

"Pekerja dan rakyat harus jadi pemenang yaitu dengan memilih caleg yang siap ‘Kontrak Politik’ terkait program dan janji kampanye seperti yang kami dilakukan," ujarnya.

Sementara itu ketua RW 06 Fahrurozy dalam sambutan mengatakan bahwa masyarakat di lingkungannya sangat heterogen atau majemuk ada sekitar 4000 DPT semoga niat baik dan keberadaan Posko Rakyat RKT 72 bermanfaat bagi masyarakat setempat khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

Acara ini juga di hadiri ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta Taufiqurrahman, SH yang juga Maju sebagai Caleg DPR RI DKI Partai Demokrat Jakarta II nomor Urut 2 yaitu Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, luar negeri. 

Taufiq mengatakan dirinya sudah dua periode menjadi anggota DPRD DKI sejak awal ketika diri nya berkampanye hingga terpilih menjadi anggota dewan tetap konsisten menjalankan konsep kontrak politik. 

"Saya konsisten menjalankan kontrak politik sebagai jaminan atau pengingat akan pelaksanaan janji-janji kampanye terhadap masyarakat. Saat ini akan bertandem dengan kawan seperjuangan sejak bersama sama berjuang di gerakan Mahasiswa Reformasi 98, Kardinal, AMd Caleg DPRD dapil 8 Jakarta selatan nomor urut 7," jelas Taufiq

Acara Tasyakuran Posko Rakyat RKT 72 berjalan lancar, terjadi komunikasi dua arah dalam balutan suasana santai namun penuh kekeluargaan. Kemudian acara di tutup dengan penyerahan santunan bagi anak-anak yatim dari wilayah setempat.(Alkautsar)

SBY Terima Gelar Doktor Ke-14 Dari UniKL Malaysia

E-NewsIndonesia - Presiden RI ke-6, Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono menerima anugerah Doktor Kehormatan dari Universiti Kuala Lumpur (UniKL) pada hari ini, 13 Oktober 2018 di Putrajaya International Convention Center (PICC), Malaysia.

Acara penganugerahan dipimpin langsung oleh HRH The Regent of Pahang, Tengku Abdullah Al-Haj Ibni Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah, Chancellor UniKL didampingi Presiden UniKL, Prof. Dato’ Dr. Mazliham Mohd Su’ud. Acara penganugerahan dilakukan bersamaan dengan Wisuda mahasiswa S1, S2 dan S3 UniKL 2018.

Penganugerahan Doktor Kehormatan kepada Presiden SBY merupakan hasil kajian dan penilaian UniKL terhadap SBY yang telah memberikan sumbangan besar dan memiliki peranan penting dalam mewujudkan hubungan antar bangsa, kemanusiaan dan pendidikan khususnya bagi ASEAN di masa 10 tahun pemerintahannya.

——————-

SPEECH BY
H.E. PROF. DR. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO THE 6TH PRESIDENT OF INDONESIA
AT
THE GRADUATION CEREMONY OF UNIVERSITI KUALA LUMPUR, AND UPON THE CONFERMENT OF HONORARY DOCTOR OF MANAGEMENT
KUALA LUMPUR, MALAYSIA, 13 OCTOBER 2018

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Warrahmatulahi Wabarakatuh,

His Royal Highness The Regent of Pahang, Tengku Mahkota Tengku Abdullah Al-Haj Ibni Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah, Chancellor of Universiti Kuala Lumpur, Prof. Dato’ Dr. Mazliham Mohammad Su’ud, President of Universiti Kuala Lumpur, Members of the Senate of Universiti Kuala Lumpur, Distinguished Guests, Excellencies, Ladies and Gentlemen,
Graduates and Parents, I am happy to be here to share this glorious day with all of you.

Let me begin by expressing my gratitude to Universiti Kuala Lumpur for conferring upon me this degree of Honorary Doctor of Management.

In any case, I see this Honorary Doctorate in Management as a vindication of my management style over all these years.

I love management and leadership. Many books are written, many lectures are delivered and many theories are discovered about both subjects.
PLEASE CHECK UPON DELIVERY

2
For me, the essence of leadership and management are : decision making; strategic planning; policy development; budget allocation; taking actions; supervision and controlling. In special circumstances are also about crisis- action leadership, including disaster relief operation and conflict resolution.
As a military general, who had 30 years of military backgrounds, management and leadership were my daily nutrition. These help me in leading the nation and managing the government of Indonesia. The country that is so plural and continuously transforming.

Let me give you my two cents. Those who have worked for me would tell you that when it comes to managing and planning things, I am really particular about details. It is the only way I can go to sleep after a hard day’s work.

My wife Ibu Ani sometimes complained that I am too “perfectionist”. But, for me, a leader must also be “hands-on”, must be pragmatic. Of course pramatism with vision. So thank you Universiti Kuala Lumpur, for taking my side on this.

It is indeed a great honor for me to receive this Degree from Universiti Kuala Lumpur, which is widely known for its high standard of academic excellence and public service in Malaysia. Since its establishment in 2002, Universiti Kuala Lumpur has grown to become one of the World class universities at such a young age.

I also know there are a number Indonesian students studying here in Universiti Kuala Lumpur — it may be hard to spot them because they all look like Malaysians — so I would like to send my warm greetings to them.

It is really good to be back in Malaysia. I have been here so many times, I can’t even count how many visits exactly. I always feel at home in Malaysia, especially they serve me my favorite nasi lemak.

When I became President, relations with Malaysia was always a top priority. To Indonesia, Malaysia is not just a neighbor, Malaysia is family. That’s why I made a point of having a bilateral retreat every year with the Malaysian Prime Minister, where we discussed : security, trade, investment, Indonesian workers, education, international affairs and other issues.
I am glad that this tradition continues. In an uncertain world, close relations between Malaysia and Indonesia must always be preserved.

3
In the letter sent to me from President of Universiti Kuala Lumpur Prof. Dr Mazliham Mohammad Su’ud, it was mentioned that this Doctorate Degree in Management was offered to me in appreciation of my "lifetime contribution and significant impact in international relations, humanity and education especially in the ASEAN region".

I am humbled by this generous observation.

For I have always been a strong believer in the ASEAN project.

As someone who was born shortly after World War 2, I can tell you that like some in this room, I have lived through some horrific things in our region.

Wars. Proxy wars. Genocide. Conflicts. Violence. Fear. Desperation. Extremism. Division. Hatred. In different ways, these things characterised our region at some point in the past.

But the leaders and the peoples in our region attacked these problems — patiently and persistently and pragmatically. As a result, Southeast Asia has now been transformed to be a region of peace, cooperation and progress.

I ask all the young people here today — who fortunately did not experience our region’s troubled past — to never take this condition for granted. I say this because there are quite a few examples of stable regions that digressed to new tension and instability.

Despite its dramatic progress, our region is still not totally immune from the possibility of old habits coming back. It therefore falls on you to ensure that the ASEAN region continues its positive trajectory to become ever more peaceful, prosperous and resilient.

Dear Graduates and Parents,
I see a lot of smiling faces today. I also see many proud parents here in this hall.

To all the students who are about to graduate today, I extend my heartfelt congratulations.

4
Beneath your happy smiles, I think I know what you are thinking : getting a job ! Getting a life ! And maybe getting a wife or husband !

Don’t worry : we have all been there.
Insya Allah, you will get the job that you want.

But as you chart your future, I want you to be aware of certain distinctions.

You have to be able to differentiate between a hobby, a job, a career, and your impact.

Don’t turn your hobby into a job, no matter how good you are with your hobby, unless that’s what you really want. I have seen too many examples of people turning their hobby into their full-time job, and they end up being miserable all their life.

For me, my hobby as a youth was music, but the job that I chose was to be a military officer. I still play music even today and I love music forever.

If you manage to get a job, don’t rush to turn your job into your career, unless it is a job you genuinely love. Jobs can come and go, but choosing a career requires deeper decisions because it is for the long-term.

And even if you get to develop a career in life, the bigger question is whether your career will produce an IMPACT beyond your own wellbeing : to your community, to your country.
And even as your career creates an impact — and very few people get to do this — the bigger question is whether your impact will be such that you will leave a lasting LEGACY — something that will leave a mark and will be remembered for generations.
So choose well. Consider your every move thoughtfully. You only have one life to live. Make the best decisions for yourself.

In many ways, compare to me, you, the class of 2018 are fortunate.

You may feel to be ordinary people but you live in extraordinary times.
By all accounts, you belong to the most open, most liberated, most egalitarian, most free, most connected, most knowledgeable, most resourceful, most democratic generation ever known in history.

You are also the most powerful youth the world has ever known.

5
The youth of today have TOOLS that no previous generation ever had.

The processor in the smart phone in your pocket, for example, is more powerful than the processor of NORAD, a computerized radar defense system in the 1960’s which protected the United States against nuclear attack.

The apps in your computer allow you to be far more productive than my generation, who only knew the type-writer.

The social media gives you a platform that allows you to instantly express and spread your opinion to a wider audience far better than most political leaders could some 5 decades ago.

Indeed, you live in a world where the gaps between imagination and achievement are diminishing day by day.

My generation could only imagine a world without poverty; your generation will be the first to see the end of extreme poverty globally.

My generation could only imagine a cure for HIV; your generation has achieved near zero death from HIV/AIDS thanks to retroviral drugs. And I bet your generation will most likely find a cure for cancer.

My generation imagined long life. Well, it is said that a healthy baby born today is most likely to live up 100 years old.

My generation could only imagine going to Mars; your generation will soon enough land someone in Mars.

My generation could only imagine total nuclear disarmament; your generation will hopefully achieve that goal.

You see ? That is why you, the class of 2018 are fortunate. You have so much resources, so much to accomplish.

Dear Graduates,
As you step into that amazing world, I do have some advise for you. The first advise is keep the human soul at the core of human progress.

I submit that technology will definitely be the primary driver of change in the 21st century.

6
In the past 3 decades, we have seen how the introduction of the internet and emails into our daily lives have forever transformed economies, societies, companies and individuals.
And we are only seeing the tip of the iceberg, given the advance of artificial intelligence, robotics, automation, biotechnology, and so on.

But let us be sure that technology will not take the human soul out of development. Don’t let technology dehumanize humanity.

It pains me to see so many families having dinner together but none of the family members are communicating with one another because each one of them is busy playing with their cellphones. I bet you know what I am talking about.

I have also seen many children today become digital zombies, becoming unsocial, stuck and addicted to their video game screens for many long hours.

So remember : use technology to make you more human, not less human. You will live much happily that way, I promise.

The second thing I want you to remember is to keep your idealism alive as long as you can.

Idealism is the best medicine to cure a broken world.

If you have idealism, you commit to causes larger than yourself, you are brimming with energy, you try harder, you take risks, you make sacrifices, and you come up with all kind of solutions.

It is of course easy to keep your idealism in campus. The risk is low, and the temptations are few.

But once you go into the real world, idealism becomes rare commodity. The quest for money, for power, for fame, will create pressures and temptations that can compromise your principles.

I therefore appeal to you to keep that flame of idealism alive for as long as you live.

Finally, with all the knowledge that you have gained, with all your newfound skills, be a PIONEER.

Break new paths. Don’t be afraid to think differently. Be always at the forefront of progress. Seek change rather than be suspicious of it. Be open to
  
7
new ideas. Always tune your intellectuality to solutions. Push new boundaries.

Why this is important, because despite all the wonderful progress that we are seeing, the world today seems to be losing direction.

The world is experiencing a sickness.
We are in the midst of a geopolitical depression, at least, geopolitical recession.

Narrow nationalism is on the rise, along with negative populism. Ignorance and extremism is rising.
Climate security is not within our reach.

And some countries are retreating from multilateralism.

This is worrying. The world needs to move forward, not backward.

As former leader of Indonesia, I truly understand the importance of patriotism, of positive nationalism, and of national interests above all else, realizing that the world is lack of justice, equality and equal opportunity.

But, I do think all nations and countries must also take the responsibility and contribute to the making of a better world.

So as you obtain your degree today from this prestigious Universiti Kuala Lumpur, I hope you are also imbued with a sense of hope and responsibility.

A better world awaits you, but you must be the one to create it.

Congratulations once again. I wish you all the best in your future endeavors.
I thank you.

Wassalamu’alaikum Warrahmatulahi Wabarakatuh.(Is)

Rabu, 10 Oktober 2018

SBH Dukung Langsung Laga Ujicoba Timnas Indonesia

E-NewsIndonesia - Sribudi Hardjo Herman (SBH) dukung langsung laga ujicoba timnas sepakbola Indonesia di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (10/10-2018). 

Laga ujicoba ini mempertemukan Timnas Indonesia U-19 sedang bertanding melawan Arab Saudi U-19 Serta Timnas Senior berhadapan dengan Myanmar.

Anggota DPRD Jawa Barat ini bersemangat mendukung dari atas tribun penonton. Melihat perjuangan para pemain yang berlaga.

"Atmosfernya berbeda saat kita melihat dan mendukung langsung di lapangan. Sayang masih banyak bangku kosong mungkin karena hanya laga ujicoba," ungkapnya

Timnas U-19 sendiri harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skore 1:2 sedangkan Timnas senior mampu menaklukan Myanmar 3:0.

"Masih ada waktu untuk memperbaiki performa Timnas sebelum berlaga di piala AFC dan AFF yang akan segera digelar," tukas politisi partai Demokrat ini.(Ach)

PD Pembangunan Kota Cirebon Miliki Perumahan Rakyat

E-NewsIndonesia - Perusahaan Daerah Pembangunan (PDP) Kota Cirebon kini memiliki perumahan untuk masyarakat.  Perumahan itu Griya ...