Senin, 12 November 2018

Taufiqurrahman SH : Menggagas Investasi Pemrov DKI di Sektor Pelabuhan

E-NewsIndonesia - Sampai saat ini Pelabuhan Tanjung Priok masih menjadi kawasan utama kegiatan bongkar muat barang ekspor maupun impor. Bagi masyarakat DKI Jakarta, keberadaan pelabuhan yang dibangun sejak pemerintahan Hindia Belanda tersebut seringkali dilematis. Di satu sisi, keberadaannya dibutuhkan sebagai gerbang kegiatan ekonomi nasional. Di sisi lain, padatnya kegiatan di pelabuhan telah  menyebabkan tingginya angka kemacetan di sekitar kawasan pelabuhan. Dampaknya, kegiatan masyarakat banyak yang menjadi terganggu. Hal tersebut diungkapkan Taufiqurrahman, SH Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta.

Menurut politisi partai Demokrat ini, kemacetan bukan menjadi satu-satunya persoalan yang mencuat di Pelabuhan Tanjung Priok saat ini. Sengkarut perpanjangan kontrak Hutchison Port Holdings (HPH) di dua terminal petikemas terbesar di Indonesia yaitu PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja (TPK Koja) sudah berlangsung hampir lima tahun. 

"Bahkan meskipun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah mengeluarkan rekomendasi pembatalan perpanjangan kontrak tersebut, PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II)tidak kunjung mematuhinya. DPR beralasan perpanjangan kontrak tersebut melanggar UU Nomor 17/2008 tentang Pelayaran. Tak sebatas itu, audit investigasi yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dipublikasikan tahun 2018 menyebutkan terdapat kerugian negara sebesar Rp 5,4 Triliun," jelas Taufiq

Ia pun mengatakan kondisi ini sangat ironis, persoalan tersebut terus berlarut-larut tanpa kepastian. Pemerintahan Presiden Jokowi seolah melakukan pembiaran dan tidak menganggap penting. Padahal, JICT dan TPK Koja berada pada posisi yang sangat strategis untuk kegiatan ekspor impor nasional. Sampai saat ini, kedua terminal petikemas tersebut menangani 70% kegiatan ekspor impor yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Kedua terminal petikemas tersebut menjadi tumpuan kawasan-kawasan industri (hinterland) di Jakarta dan Bodetabek.

"Ketidak pedulian Pemerintahan Jokowi terhadap persoalan ini menimbulkan pertanyaan tentang komitmen rezim ini terhadap program Poros Maritim. Bukankah seharusnya infrastruktur sepenting pelabuhan harus mendapat perhatian yang lebih jika program tersebut ingin berhasil. Yang terjadi justeru sebaliknya, sudah 4 tahun persoalan ini berlalu tanpa kepastian," lanjutnya

Tata Ruang

Jika saja pemerintah mengikuti rekomendasi DPR tentang pembatalan perpanjangan kontrak HPH, pengelolaan dua terminal petikemas terbesar di Pelabuhan Tanjung Priok itu bisa lebih optimal. Terlebih lagi 20 tahun masa kerja sama dengan HPH cukup menjadi bekal pengelolaan terminal secara mandiri. Jika PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) saja siap mengelola sepenuhnya PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) pasca berakhirnya kerja sama dengan Dubai Port, Pelindo II seharusnya bisa melakukan hal yang sama.

Taufiq menjelaskan dari aspek tata ruang Provinsi DKI Jakarta, pengelolaan sepenuhnya JICT dan TPK Koja oleh Pelindo II bisa diproyeksikan menjadi pendukung pengembangan kawasan Marunda. Dalam tata ruang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Marunda ditetapkan sebagai  lokasi industri dan pergudangan. Dengan demikian, keberadaan keduanya akan saling melengkapi.

Menurutnya bagi Pemrov DKI, pengelolaan kawasan Marunda bukan hanya sebatas kawasan industri dan pergudangan saja, termasuk juga area pelabuhan di dalamnya. Karena itu, kerja sama dengan Pelindo II dalam pengelolaan kawasan ini tentunya saling menguntungkan. Sebagai kompensasi, Pemprov DKI melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dimilikinya bisa ikut memiliki saham di JICT dan TPK Koja.

Taufiq menambahkan bahwa kepemilikan saham dikedua terminal ini bukan demi profit semata, namun sebagai upaya integrative pengembangan kawasan Marunda sebagai salah satu kawasan ekonomi yang memiliki peran strategis bagi pembangunan ekonomi nasional. Apalagi sejak awal kawasan Marunda memang diarahkan sebagai pusat logistik terintegrasi, yang mencakup aktivitas custom clearance, ekspor-impor, pergudangan, transportasi dan pelayanan pendukung lainnya.

Kolaborasi Pemprov DKI dan Pelindo II akan menjadi pendukung utama Jakarta sebagai kota jasa sekaligus hub logistik nasional dan regional.  Ini tidak berlebihan jika melihat potensi hinterland Jawa bagian barat yang merupakan  70% industri Indonesia dan selama ini menjadi pensuplai kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Belum lagi potensi trafik petikemas maupun barang curah yang terus meningkat setiap tahun.

"Berbagai potensi tersebut membuat kerja sama Pelindo II dan Pemprov DKI dalam pengelolaan JICT, TPK Koja maupun kawasan Marunda sangat integratif dan prospektif. Tentu saja ini bisa terwujud jika pemerintah memiliki ketegasan untuk segera membatalkan perpanjangan kontrak HPH di JICT dan TPK Koja  sebagaimana rekomendasi DPR maupun audit BPK," pungkas Taufiq.(Ach)

Yuyun Yuningsih Blusukan Sapa Warga Pesisir Cirebon

E-NewsIndonesia - Hj. Yuyun Yuningsih blusukan dan menyapa warga pesisir kota Cirebon. Diiringi oleh timnya Caleg Partai Demokrat ini berbincang-bincang dengan warga pesisir mendengarkan keluh kesah dan permasalahan yang ada.

Yuyun merasa bersyukur berkesempatan bisa bertatap muka dan menyapa warga pesisir. Dirinya pun merasa terkejut dengan kondisi masyarakat masih banyak yang hidup kekurangan.

"Alhamdulillah saya berkesempatan bertatapmuka dan berbincang dengan warga mendengar keluh kesah mereka. Jujur saya terkejut masih ada warga yang hidup kekurangan dan rumah tinggal yang kurang layak," tutur istri dari Ir. Sri Budihardjo Herman (Wakil ketua komisi 1 DPRD Jawa Barat)

Dirinya baru mengetahui kondisi ekonomi masyarakat yang masih membutuhkan uluran tangan pemerintah untuk kehidupan yang lebih layak.

"Saya sama sekali tidak ambisi untuk jabatan. Namun saya berharap mendapat kelapangan rizki agar dapat membantu mereka yang membutuhkan," ungkapnya

Wanita berparas ayu ini berniat akan terus turun ke masyarakat untuk mengetahui kondisi yang terjadi. Dirinya tidak lagi memikirkan untuk menjadi anggota lesgislatif namun berfikir bagaimana bisa membantu problema yang terjadi.

"Mau saya jadi terpilih sebagai anggota legislatif atau tidak sudah bukan tujuan lagi. Tujuan saya bagaimana bisa membantu beban kehidupan warga agar sedikitnya meringankan beban hidup mereka," lanjut Yuyun.

Dirinya sebagai caleg dari partai Demokrat untuk daerah pemilihan kota Cirebon 1 bertekad melaksanakan instruksi dari ketua umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar turun kemasyarakat dan dengarkan rakyat bicara.

"Sesuai instruksi pak SBY bahwa seluruh caleg dan kader partai Demokrat wajib turun kemasyarakat. Dengarkan rakyat bicara dan beri solusi," pungkasnya.(Ach)


Sabtu, 10 November 2018

Kamis, 08 November 2018

Pengumuman Gangguan Aliran Air PDAM Kota Cirebon


Igor Cianjur Galakan Program Jum'at Berbagi Gutu Olahraga Mengabdi

E-NewsIndonesia - Ikatan Guru Olahraga (IGOR) kabupaten Cianjur mengadakan program "Jum'at Berbagi, Guru Olahraga Mengabdi" dalam rangka rangkaian memperingati Hari Guru Nasional tanggal 25 November mendatang.

"Program ini adalah pembagian makan dan minum gratis untuk para jama'ah sholat jumat," ujar Tendi Hidayat Ramli M.Pd ketua Igor kabupaten Cianjur

Dirinya berharap dengan program ini dapat meningkatkan kepedulian sekaligus ketaqwaan guru olahraga dengan cara berbagi dengan masyarakat.

"Berharap program ini menumbuh kembangkan kepedulian guru olahraga terhadap sesama. Tentunya kegiatan ini akan kita laksanakan secara berkala dan berkesinambungan bukan hanya sekali saja," tukasnya.(San)

DPRD Setujui Pengunduran Diri Bupati Indramayu

E-NewsIndonesia - Parpol pengusung merasa terkejut kabar pengunduran diri Bupati Anna Sophana. Bupati Anna sendiri konon mengundurkan diri karena alasan ingin fokus mengurus keluarga dan suami.

Bupati Anna telah mengajukan surat pengunduran diri. Pengajuan pengunduran diri tersebut sudah sampai ke Sekretariat DPRD Kabupaten Indramayu pada 30 Oktober 2018 lalu.

DPRD Kabupaten Indramayu menyetujui pengunduran diri Anna Sophana. Pengumuman pengunduran diri Anna Sophanah disampaikan secara resmi melalui Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Indramayu, Rabu 7 November 2018. 

Rapat paripurna sendiri tidak dihadiri Anna Sophana. Sekda Kabupaten Indramayu, Ahmad Bahtiar yang mewakili Bupati.

Ketua DPRD Indramayu, Taufik Hidayat menjelaskan ketidakhadiran Bupati Anna Sophana tidak jadi masalah. Dia 

"Orang tuanya sedang sakit dan dirawat di Jakarta. Jadi beliau sedang menemani orang tuanya," jelas Taufik

DPRD Indramayu menyetujui pengunduran diri Anna Sophanah dari jabatannya sebagai bupati Indramayu masa jabatan 2016-2021. Keputusan itu akan langsung dikirimkan ke Kemendagri melalui Gubernur Jabar

Taufik mengungkapkan, keputusan DPRD itu selanjutnya langsung dikirimkan ke Kemendagri melalui gubernur Jabar. Keputusan akhir mengenai pengunduran diri bupati tersebut sepenuhnya ada di tangan Kemendagri.

Taufik menjelaskan Anna Sophanah baru akan mundur setelah ada surat keputusan resmi dari Kemendagri. Namun, Kemendagri pun akan langsung mengangkat Plh bupati agar roda pemerintahan di Kabupaten Indramayu tetap berjalan.(Ach/Is)

Minggu, 04 November 2018

Milad XTC Kalikoa Bima Gelar Shalawat dan Santunan Anak Yatim

E-NewsIndonesia -  Milad XTC KALIKOA BIMA KE 31Th gelar Gelar Sholawatan dan berbagi santunan anak yatim piatu dan jompo 4 November 2018 betempat di Jl. Syech Akmad Pangeran Panji blok Kebonjero Desa Kalikoa.

Kegiatan berlangsung dari pukul 13.00  sampai dengan 16.00  yang diramaikan oleh 1500 anggota XTC Cirebon dan dihadiri tamu undangan dari XTC Kota Cirebon, XTC Kab. Cirebon, Laskar Macan Ali, Sedulur Cirebon, RIM CIREBON, dan tokoh masyarakat Kalikoa.

Shalawatan dipimpin oleh KH. Ayip Abdullah Abbas (Kang Ayip) yang juga merupakan Dewan Pembina XTC Cirebon Eling.

"Lahirnya kita ditempat ini berkelompok dan membuat suatu pekumpulan XTC CIREBON. Tak terasa kita berdiri di cirebon dari tahun 1987 - 2018 dimana usia kita sudah tidak muda lagi BIMA KALIKOA 31 Tahun, Persaudaraan kita jungjung tinggi demi terwujudnya XTC CIREBON yang lebih baik terpuji ternama dan terhormat," tutur sesepuh XTC Cirebon Adi Boma selaku penasehat XTC Cirebon 

Sementara itu Gusman Ketua PAC KALIKOA BIMA mengatakan kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi dan memperkuat persauadaran khususnya anggota XTC Cirebon.

"Sekarang XTC sudah hijrah untuk jauh lebih baik dan lebih mengedepankan creativitas dan menjaga Cirebon untuk condusif. Terimakasih untuk para sesepuh XTC Cirebon yang selalu membina dan memberikan nasihat serta arahan positive untuk kita jauh lebih berkembang dan maju dalam menjalankan roda organisasi XTC ," tutur Gusman. (Jack)

Taufiqurrahman SH : Menggagas Investasi Pemrov DKI di Sektor Pelabuhan

E-NewsIndonesia - Sampai saat ini Pelabuhan Tanjung Priok masih menjadi kawasan utama kegiatan bongkar muat barang ekspor maupun impor. B...