Kamis, 20 September 2018

Hasil Insvestigasi Asia Sentinel Tidak Kredibel Demokrat Akan Tuntut Media Lokal Penyebar Fitnah

E-NewsIndonesia - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sudah membaca permintaan maaf dan pencabutan artikel Asia Sentinel yang ditulis John Berthelsen yang berisi fitnah besar terhadap SBY serta Partai Demokrat.

SBY menegaskan, misinya dan Demokrat belum selesai. Seperti puncak gunung es, masih banyak misteri yang harus dibongkar

"Saya sudah baca permintaan maaf & pencabutan artikel Asia Sentinel yg ditulis John Berthelsen yg berisi fitnah besar terhadap SBY & Partai Demokrat," tulis SBY pada twitternya

SBY ucapkan terima kasih kepada media massa yang berkenan memuat permintaan maaf Asia Sentinel ini. 

"Namun, misi kami belum selesai. Ini seperti puncak gunung es. Masih banyak misteri & teka-teki yg harus dijawab & dibongkar. Skandal fitnah ini libatkan elemen asing & bangsa sendiri. Tim Investigasi akan terus bekerja (di dalam & di luar negeri) hingga tuntas," tutur Presiden ke-6 Republik Indonesia ini

Sementara itu tim yang insvestigasi langsung di Hongkong dipimpin oleh Sekjen Partai Demokrat melaporkan hasil temuanya pada Kamis malam, 20 september 2018.

Ferdinan Hutahaean menuturkan tujuan utama investigasi partai Demokrat ada 2 terhadap Asia Sentinel :

1. Membersihkan bangsa ini dari pengaruh dan campur tangan asing di jantung kekuasaan

2. Membersihkan nama SBY dan Demokrat dari sampah yang dicampakkan ke Demokrat. 
  
Temuan: Alamat kantor Asia Sentinel palsu. Dewan Pers Hongkong bilang Asia Sentinel tidak terdaftar dan tidak ada yang mengenal.

"Apa kepentingan @Metro_TV @MetroTVNewsRoom menyebarkan berita dengan menjadikan sesuatu yangg abal-abal menjadi referensi utama bahkan menyebut yangg abal-abal dengan sebutan kredibel?" ujar kadiv Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat ini.

Fakta lapangan di Hongkong Pres Council dan Journalis tidak mengenal Asia Sentinel. 

Alamat yang ditemukan oleh Tim Demokrat di Hongkong hanya sebuah Flat kecil seperti Rumah Susun di Jakarta, di lt 1 yang pernah ditempati oleh John B. Tidak cocok sebagai kantor media yang kredibel seperti yang pemberitaan Metro TV.

"Kita prihatin ketika ada pihak yang gunakan tangan asing dalam politik
Kami akan kejar, list teratas yg akan kami gugat sekarang adlh @Metro_TV
Dan @jpnncom. Gugatan masing-masing 10 T pasti akan menarik. Namun masih kami kaji semua dan matangkan. Bisa gugatan diatas 10 T," tukas Ferdinand.(Ach)


Rabu, 19 September 2018

Asia Sentinel Meminta Maaf Kepada SBY, Demokrat Nyatakan Ini Belum Selesai

E-NewsIndonesia - Akhirnya John Berthelsen dan Asia Sentinel meminta maaf pada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat. 

"Ini belum selesai, pihak dalam negeri yang menyebarkan info fitnah akan kami kejar," tulis Andi Arief Wasekjen Partai Demokrat Pada twitternya terkait permohonan maaf media online Asia Sentinel.

Portal berita Asia Sentinel mencopot artikelnya berjudul Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy' yang membuat heboh di Indonesia karena berisi tuduhan miring terhadap Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat (PD). 

Halaman berita yang berbasis di Hongkong itu juga menyampaikan permintaan maafnya karena telah mengumbar tuduhan terhadap SBY, Partai Demokrat dan nama-nama lain melalui artikel yang ditulis langsung oleh pendirinya, John Berthelsen.

"Asia Sentinel ingin menarik sebuah berita yang tayang pada 10 September 2018 tentang pemerintahan Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia. Dalam berita yang ditulis sendiri oleh pemimpin redaksi Asia Sentinel John Berthelsen, kami secara tidak adil meloloskan sejumlah tuduhan terkait dengan gugatan yang sedang berlangsung atas dampak kegagalan Bank Century," tulis Asia Sentinel melalui artikel bertitel Apology to President Yudhoyono and the Democrat Party of Indonesia yang diunggah pada Rabu (19/9-2018) malam.

Bahkan, Asia Sentinel mengaku tidak mencari tanggapan dari orang-orang yang disebut dalam artikel itu. 

"Artikel itu hanya satu sisi dan menyalahi praktik jurnalistik yang fair," demikian disebutkan dalam permintaan maaf tersebut.

Menurut Andi Arief agar tidak keliru, termasuk pihak Istana, bahwa naskah gugatan weston capital 448 halaman itu kepada pemerintahan Jokowi dan LPS. 

"Karena mereka kalah tender dalam membeli Bank Mutiara yang dijual di era Jokowi. Mereka menuntut ganti rugi 510 juta US dolar," lanjutnya

Permintaan maaf John dan Asia sentinel terhadap SBY, Demokrat dan Rakyat Indonesia sangat ia apresiasi. Tetapi investigasi kami ke Hongkong, Mauritius dan Amerika tetap jalan. 

"Saat ini Sekjen Hinca Pandjaitan berada di Hongkong bersama dewan Pers Indonesia," jelasnya

Dirinya pun mengatakannama-nama yang ikut terlibat dalam menyebar fitnah lewat asia sentinel yang menyangkut chamber sekitar Istana akan ia berikan ke Pak Moeldoko. 

"Termasuk penjelasan John berthelsen dan Lin Neuman plus hasil investigasi. Soal  century secara politik sudah  diangkat pansus DPR, pengadilan tipikor, pengadilan umum, arbitrase internasional. Semua vonis  menyebut tidak ada aliran ke SBY dan Partai Demokrat. Jika masih ada yanh asbun seperti misbakhun, ini peringatan terakhir untuk selanjutnya menempuh hukum. SBY dan Partai Demokrat sedang menimbang menuntut Metro TV yang telah memfitnah harta SBY 9 T dan pemberitaan Asia Sentinel yang dimuat seolah benar SBY/Partai Demokrat terlibat Century," tukas Andi

Sementara itu kadiv Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat Ferdinan Hutahaean mengatakan permintaan maaf Asia Sentinel kepada SBY dan Demokrat akan menjadi energi kuat bagi Demokrat membongkar konspirasi di dalam negeri yang merancang dan menyebar fitnah ini.

"Media-media yang memberitakan berlebih tanpa pemberitaan berimbang akan kami gugat secara perdata di pengadilan," tukas Ferdinand.(Ach)

Selasa, 18 September 2018

Taufiqurrahman Dengar dan Bantu Permasalahan Air Warga Kebon Kosong

E-NewsIndonesia - Warga RW 06 Kelurahan Kebon Kosong Jakarta Pusat mengeluhkan permasalahan kelangkaan air bersih, imbas dari adanaya proyek pembangunan apartement.

Hal ini mereka adukan kepada Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi DKI Jakarta Taufiqurrahman SH.

"Kami diundang oleh warga mengadukan permasalahan air bersih yang langka di RW 06 kelurahan Kebon Kosong Jakarta Pusat," tutur Taufik kepada e-newsindonesia.com senin, 18 /9-2018.

Penyebab air tidak keluar disinyalir karena ada proyek pembangunan apartement.

"Kita akan perjuangkan supaya air bersih bisa mengalir di wilayah ini. Kami akan cari simpul permasalahanya dan memberi solusi kepada warga," lanjut politisi partai Demokrat ini

Menurutnya permasalahan yang terjadi dalam masyarakat wajib dibantu. Bukan saja konstituen atau simpatisan partai namun masyarakat umum.

"Seperti yang ketua umum pak SBY instruksikan, kita partai Demokrat wajib mengutamakan dan mendahulukan kepentingan rakyat," tukasnya.(Ach)

Info Orang Hilang



Telah Hilang Sejak Hari Sabtu, 14 September 2018

Nama : Faiz
Alamat : Blok Warung Dueg RT 04/ 04 Desa Ciperna Kecamatan Talun Kabuoaten Cirebon

Ketika Meningfalkan Rumah Memakai Kaos Putih Panjang Bercorak, Celana Jeans Hitam, Spagu Kets Hitam, Motor Revo Striping Biru S 4796 LZ
 Bila menemukan anak dengan identitas tersebuf bisa menghubungi Masduki
085317179400, 085624144497

Sultan Mahmud Badaruddin IV Pimpin Do'a Menangkan Prabowo-Sandi Uno

E-NewsIndonesia - Bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno terus lakukan safari politiknya ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk hari ini Selasa (18/9-2018), berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan.

Sandi Uno langsung berkunjung ke Kesultanan Palembang Darussalam yang diterima langsung oleh Sultan Mahmud Badaruddin IV. Kedatangannya disambut baik oleh Sultan. 

Bahkan Sultan Mahmud Badaruddin IV langsung mempin doa yang sangat menggetarkan. Sultan Palembang langsung pimpin do'a untuk keberkahan bangsa dan kemajuan Indonesia dibawah pemimpin baru.

"Kita harus memilih pemimpin yang akan menjadikan Indonesia Macan Asia. Pemimpin yang tegas.
Kita minta pada Allah untuk memenangkan pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Takbir!!!" ujar Sultan diahir do'anya yang langsung disambut dengan pekikan takbir dari masyarakat.

Senin, 17 September 2018

Pidato Politik SBY : Utamakan Rakyat dan Bangun Politik yang Beradab

E-NewsIndonesia - Ketua umum Partai Demokrat Prof.Dr.Susilo Bambang Yudhoyono memberikan Pidato Politik memperingati 17 Partai Demokrat, Senin 17 Sepetember 2018.

*PIDATO POLITIK PROF. DR. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PADA ACARA 17 TAHUN PARTAI DEMOKRAT* 

“Utamakan Rakyat dan  Bangun Politik yang Beradab”

Jakarta, 17 September 2018

Bismilahirrohmanirrohim
Assalamu' alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera untuk kita sekalian,
Shalom, 
Om Swastiastu
Namo Budaya
Salam kebajikan.

 *Para pemimpin dan Kader Demokrat yang saya cintai,*
 *Hadirin sekalian yang saya hormati,*
 *Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,*

 Alhamdulillah, bulan September 2018 ini Partai Demokrat genap berusia 17 tahun. Sama halnya dengan kehidupan dan perjalanan bangsa kita, Demokrat juga dibesarkan oleh tantangan dan ujian sejarah, baik pasang maupun surut, suka maupun duka. Kami menyambut hari jadi yang ketujuh belas ini dengan tekad dan harapan baru, untuk lebih gigih lagi memperjuangkan kepentingan dan harapan rakyat kita.

 Partai Demokrat didirikan oleh orang-orang yang percaya bahwa Indonesia memerlukan kekuatan politik yang menjunjung nilai-nilai keTuhanan, demokrasi dan kebangsaan.

 Para Kader Demokrat mengetahui bahwa manifesto partai yang kita susun saat mendirikan partai tahun 2001, tetap kita pegang teguh sampai sekarang.

 Partai Demokrat adalah partai tengah, partai nasionalis-religius yang melihat keragaman identitas bangsa sebagai kekuatan demokrasi. Kita adalah partai nasionalis yang menjunjung tinggi Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita juga partai religius yang bekerja dengan nilai-nilai keTuhanan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan kita.

 Kebangsaan dan keber-Agama-an inilah yang akan menuntun kita mencapai cita-cita luhur : agar rakyat Indonesia hidup damai, adil dan makmur; dalam kehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu  dan berdaulat; serta menjunjung tinggi kemanusiaan, atas dasar ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 Pada kesempatan yang baik ini, saya akan menyampaikan Pidato Politik dengan tema "Utamakan Rakyat dan Bangun Politik yang Beradab". Tema ini saya pandang tepat dan relevan, bukan semata terkait dengan pemilihan umum mendatang, tetapi menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik, menuju Indonesia Maju di Abad 21.

 *Para kader dan saudara sebangsa setanah air,*

 Memperingati 17 tahun Partai Demokrat ini, saya ingin berbagi cerita dari rangkaian perjalanan saya berkeliling tanah air, termasuk di pulau Jawa beberapa bulan lalu.

 Waktu itu, saya dan rombongan baru selesai istirahat, ngopi-ngopi di Kopi Pangestu, Batang, Jawa Tengah. Saat menuju bis, tiba-tiba seorang Ibu separuh baya mencegat saya. Dengan gugup, agak terbata-bata, ia mengucapkan terima kasih kepada saya. Rupanya ia dan suaminya termasuk dalam satu juta lebih pegawai honorer yang diangkat jadi PNS, saat saya masih menjadi Presiden. 

 Di Jawa Barat, saat mengunjungi pasar Bubulak, Bogor, tiba-tiba saya dihampiri seorang Ibu yang matanya berkaca-kaca. Ibu itu mengatakan, “Bapak, saya sangat senang bertemu sama Bapak. Saya hanya ingin berterima kasih, karena saya sekeluarga sangat tertolong dengan program bantuan sosial pemerintahan Bapak. Saya orang miskin Pak, tetapi berkat program Bidikmisi, sekarang anak saya jadi sarjana,” kata Ibu itu dengan linangan air mata.

 Lalu, seorang Ibu lain juga datang menghampiri dan mengungkapkan rasa sedihnya atas berbagai hujan fitnah yang tak henti-hentinya saya hadapi. “Saya sedih Pak, kenapa Bapak terus dihujat dan difitnah.”  

 Alhamdulillah, ternyata rakyat masih mengingat apa yang saya alami, dan apa yang dilakukan oleh pemerintahan SBY bersama Partai Demokrat selama 10 tahun dulu.

 Para Kader Demokrat, kalau kita melakukan kilas balik, kita harus banyak bersyukur. Pada tahun 2004, ketika Partai kita baru berusia 3 tahun, kita berhasil memenangkan Pemilihan Presiden Secara Langsung yang pertama.  

 Lima tahun kemudian, pada tahun 2009, Partai kita berhasil memenangkan pemilu legislatif dengan perolehan suara yang besar ~ hampir 22 juta suara atau 20,85%. Dan bahkan, kita mampu memenangkan kembali Pemilihan Presiden dengan hampir 74 juta suara, yang hingga hari ini tercatat sebagai suara terbanyak di dunia.

 Namun, kita juga mengalami masa surut ketika suara Partai Demokrat menurun tajam dalam Pemilu 2014. Tetapi kita tawakal, tidak patah, dan justru menjadi cambuk untuk berbenah dan membangun diri. Kini kita merasakan Partai Demokrat semakin kuat dan semakin siap menghadapi tantangan, seraya terus berjuang memenuhi harapan rakyat. 

 *Hadirin sekalian yang saya hormati,*

 Ketika saya mengemban amanah sebagai Presiden RI ke-6, kondisi negara kita saat itu tidaklah mudah. Negara kita belum stabil dan belum pulih dari krisis besar tahun 1998. Kita masih menjalani transisi baik politik, ekonomi, hukum maupun keamanan. Bahkan, sebelumnya sejumlah pihak meramalkan Indonesia akan tercerai berai dan menjadi negara gagal (failed state). Kita berterima kasih kepada para Presiden sebelum saya, yang bekerja keras, dan ikut meletakkan landasan bagi saya untuk membangun kembali Indonesia.

 Itulah sebabnya, sebagai Presiden saya dan juga Partai Demokrat memilih untuk tidak terlalu banyak berjanji, daripada gagal untuk menepatinya. Tekad kita dulu adalah bekerja sekuat tenaga untuk memulihkan keadaan, dan membuat Indonesia lebih baik lagi.

Visi dan misi Partai Demokrat dulu adalah Indonesia yang lebih aman dan damai, Indonesia yang lebih adil, Indonesia yang lebih sejahtera, dan Indonesia yang lebih demokratis. Kepada dunia, yang mengikuti perkembangan Indonesia, saya sampaikan visi saya dulu : Peace, Justice, Prosperity and Democracy.

 Berangkat dari pahitnya kehidupan rakyat di masa krisis, utamanya kaum miskin dan kurang mampu, kita tetapkan Strategi Pembangunan Ekonomi Indonesia, yang berjudul Strategi 4 Jalur. Yaitu pro pertumbuhan, pro lapangan pekerjaan, pro pengurangan kemiskinan dan pro lingkungan hidup.

 Alhamdulillah, dengan segala kekurangan yang kita miliki dulu, serta berkat kerja keras kita semua, visi dan sasaran-sasaran strategis tersebut dapat kita capai.

 Sebagai contoh, selama 10 tahun, ekonomi kita tumbuh rata-rata 6%. Kemudian pengangguran turun dari 9,9% menjadi 5,7%. Kemiskinan juga turun dari 16,7% menjadi 10,96%, artinya kita bisa menurunkan angka kemiskinan sekitar 6%, atau setara dengan 8,6 juta orang yang keluar dari jerat kemiskinan. Sementara itu, lingkungan hidup kita makin terjaga. Ini membuktikan bahwa Strategi 4 Jalur dapat kita capai. Berarti pula kita dapat memenuhi janji kita.

 Di luar itu, pendapatan perkapita naik lebih dari 3x lipat dari Rp. 10,55 Juta menjadi Rp. 36,5 Juta. Artinya kenaikan tajam ini membuktikan bahwa kehidupan rakyat kita makin sejahtera. Rasio utang Pemerintah terhadap PDB juga menurun tajam dari 56,6% menjadi 25,6%, termasuk dapat kita lunasinya utang IMF lebih cepat dari jadwalnya.  

 Atas capaian tersebut, sejak tahun 2008, Indonesia menjadi anggota G-20 atau grup negara-negara dengan ekonomi terbesar dunia.

 Masih di bidang ekonomi, selama 10 tahun kita juga membangun pertanian, perindustrian, energi, transportasi dan infrastruktur di seluruh tanah air. Listrik kita tingkatkan secara signifikan dari 25.000 Mega Watt menjadi 50.000 Mega Watt atau naik 100%. Sementara infrastruktur fisik yang kita bangun bukan hanya prasarana perhubungan, tetapi juga prasarana pendidikan, kesehatan, perumahan, dan lain-lain; dan bukan hanya di kota-kota besar tetapi juga di daerah pedesaan.

 Di bidang pertahanan dan keamanan, keadaan keamanan dalam negeri jauh membaik. Antara lain ditandai dengan selesainya konflik bersenjata di Aceh dan sisa-sisa konflik komunal di berbagai wilayah Indonesia. Berkat ekonomi kita yang tumbuh tinggi, kita melakukan modernisasi kekuatan pertahanan dan Alutsista TNI, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara, secara masif, dan tergolong terbesar di tingkat kawasan. Kepolisian juga kita lakukan modernisasi dan reformasi untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitasnya. 

 Di bidang hukum dan keadilan, kita melakukan penegakan hukum termasuk pemberantasan korupsi yang agresif dan tidak tebang pilih. Pemberantasan terorisme dan kejahatan Narkoba juga kita lakukan secara serius. Satu hal yang kita pegang teguh, tidak ada intervensi kekuasaan dan campur tangan politik dalam penegakan hukum dan keadilan. 

 Di bidang demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, kita telah melakukan konsolidasi dan pematangan kehidupan demokrasi. Kita menjunjung tinggi kebebasan rakyat, termasuk kebebasan pers, serta memberikan ruang yang luas kepada civil society. Saya yakin negara ini akan makin baik kalau semua pihak diberikan ruang yang cukup untuk berekspresi dan berpartisipasi.

 Dari semuanya ini, dengan segala kerendahan hati, saya ingin mengatakan bahwa janji saya bersama Partai Demokrat untuk membangun Indonesia yang lebih aman dan damai, yang lebih adil, yang lebih sejahtera, dan yang lebih demokratis dapat kita wujudkan. Tentu di sana sini masih ada kekurangan dan masih banyak pula pekerjaan rumah yang harus kita lakukan. 

 Semua hal yang telah kita raih dan capai itu tentulah tidak jatuh dari langit. Ada rencananya, ada programnya, dan ada implementasinya. Ini semua memerlukan kepemimpinan dan manajemen pemerintahan yang efektif dari pusat hingga daerah. Jadi jelas bukan asal-asalan dan bukanlah auto-pilot.

 *Rakyat Indonesia yang saya cintai,*

 Partai Demokrat memang sangat peduli dan mengutamakan taraf hidup rakyat yang tergolong miskin dan rentan miskin. Mereka adalah yang disebut dengan “40% kalangan terbawah”, yang saat ini, di Indonesia jumlahnya mencapai sekitar 100 juta orang.

 Selama memimpin Indonesia, terus terang saya memiliki keberpihakan yang tinggi terhadap saudara-saudara kita yang hidupnya belum baik ini. Ini tidak mengada-ada dan juga bukanlah sebuah pencitraan. Bagi saya, menolong dan meningkatkan kualitas hidup golongan miskin dan kurang mampu adalah merupakan kewajiban moral.

 Ekonomi pasar bebas dan kapitalisme sering tidak sensitif dan tidak peduli pada kemiskinan dan kesenjangan. Justru, negara, pemerintah dan pemimpin harus hadir, peduli dan melakukan langkah-langkah serius untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

 Jika ada konflik penentuan prioritas dalam kebijakan ekonomi, saya berpendapat bahwa rakyatlah yang diutamakan. Bukan berarti pembangunan infrastruktur fisik tidak penting, karena ketika Partai Demokrat berada di pemerintahan, pembangunan infrastruktur juga dilakukan. Tetapi, sekali lagi, rakyat yang sedang susah harus kita utamakan. 

 Selama 10 tahun, saya memimpin Indonesia dengan dukungan Partai Demokrat,  kita jalankan berbagai program pro rakyat, untuk mengurangi kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan.
  
• Kita memberikan BLT atau BLSM ketika daya beli rakyat amat rendah dan  tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya. 
• Kita memberikan Raskin, dan menjalankan PKH bagi rakyat yang sangat  miskin.
• Kita menjalankan Jamkesmas dan BPJS untuk membantu pelayanan  kesehatan bagi rakyat kita.
• Kita memberikan bantuan kepada Lansia dan penyandang disabilitas.
• Kita menjalankan program BOS dan Bidikmisi untuk membantu kaum  tidak  mampu dalam bidang pendidikan.
• Kita memberikan KUR untuk membantu dan mengembangkan pelaku  Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
• Kita menjalankan PNPM untuk melakukan pembangunan di kecamatan,  termasuk infrastruktur di desa-desa, yang diperkuat dengan pemberian  Dana Desa sebagai Implementasi Undang-Undang Desa tahun 2014.
• Kita terus meningkatkan gaji pegawai negeri, guru, TNI dan Polri serta  upah buruh secara signifikan.
• Kita juga memberikan bantuan subsidi kepada para petani, nelayan dan  peternak. 

 Program-program pro rakyat ini jelas membutuhkan anggaran yang besar. Sebagian dari padanya, merupakan subsidi. Ada yang mengkritik saya dan tidak setuju dengan banyaknya anggaran yang tersedot untuk program pro rakyat ini. Bahkan ada yang mengatakan program-program ini tidak produktif dan konsumtif sifatnya. Saya dan Partai Demokrat tentu tidak setuju, kalau membantu rakyat kecil dan rakyat yang sedang susah itu salah dan tidak produktif. Negara dan pemerintah justru wajib membantu rakyatnya yang susah dan tidak mampu.

 Dewasa ini kita mendengar bahwa sebagian dari program-program itu diganti namanya, atau dikemas ulang. Sebagian yang lain ditiadakan. Hal ini tentu merupakan hak dari pemerintahan yang sekarang. Yang penting, bagi Partai Demokrat, negara dan pemerintah tidak mengabaikan kewajibannya untuk membantu rakyat kecil atau wong cilik. Ini adalah konsep keadilan dan pemerataan.

 *Saudara-saudara sekalian,*

 Sekarang dan ke depan, Partai Demokrat akan terus mendengarkan suara rakyat, mengetahui persoalan yang dihadapi dan mencarikan solusinya. Satu tahun terakhir ini, saya pribadi, dan para kader utama Partai Demokrat telah berkeliling nusantara, mengunjungi ratusan kabupaten dan kota, untuk berdialog langsung dengan berbagai lapisan masyarakat. 

• Saya mendengarkan keluhan ibu-ibu atas kenaikan harga-harga bahan  pokok, sementara penghasilan mereka tidak cukup untuk memenuhi  kebutuhan sehari-hari. 
• Saya menerima keluhan mereka-mereka yang sulit mendapatkan  pekerjaan, juga yang justru kehilangan pekerjaan.
• Saya menangkap kecemasan anak-anak muda, termasuk yang masih  sekolah dan kuliah, atas kepastian pekerjaan yang akan mereka  dapatkan.
• Saya menangkap kekhawatiran kalangan dunia usaha baik papan atas,  menengah maupun bawah, atas terus menurunnya bisnis mereka.  Keluhan mereka juga menyangkut kebijakan perpajakan yang dianggap  membebani.
• Saya mendengarkan kritik masyarakat atas penegakan hukum yang  disana-sini dianggap kurang adil, termasuk dalam pemberantasan korupsi  yang dinilai ada tebang pilihnya.
• Saya juga mendengarkan suara rakyat yang merasa takut untuk berbicara  di ruang publik, maupun di media sosial, karena khawatir akan  dikriminalisasi atau ditindak secara hukum.

Sebenarnya, kalau kita simak hasil survei dari berbagai lembaga survei, hal-hal inilah yang merupakan elemen ketidakpuasan masyarakat. Sama dengan yang saya dapatkan ketika bertemu dan berdialog dengan rakyat. Namun, Partai Demokrat juga harus jujur, bahwa sebagian masyarakat puas dengan sejumlah hal, yang tentunya ini merupakan capaian pemerintah yang harus kami berikan apresiasi. 

Di bidang ekonomi, saat ini kita menghadapi pelemahan rupiah yang tajam serta kenaikan harga minyak dunia. Sebagian pihak mengatakan bahwa faktor eksternal inilah yang menjadi biang keladi melemahnya ekonomi kita. 

Namun, sebenarnya, faktor eksternal yang berdampak pada ekonomi kita bukanlah hal yang baru bagi Indonesia. Selama 10 tahun memimpin, saya juga kerap menghadapi tekanan ekonomi yang disebabkan oleh faktor-faktor eksternal. Tahun 2005, tahun 2008 dan tahun 2013, kita menghadapi mero-ketnya harga minyak dunia. Tahun 2008 – 2009, kita menghadapi krisis perekonomian global.

Saya masih ingat, untuk menyelamatkan fiskal kita dari meroketnya harga minyak, harga BBM harus beberapa kali dinaikkan. Ini keputusan yang sulit dan tidak populer secara sosial dan politik. Bagi seorang presiden, ini juga mendatangkan resiko tersendiri, seperti yang saya alami ketika harus menaikkan harga BBM pada tahun 2008, beberapa bulan sebelum Pemilihan Presiden dilaksanakan. Alhamdulillah, setelah kebijakan menaikkan harga BBM diambil, ekonomi kita selamat. Jadi, sebesar apapun faktor eksternal, selalu ada solusinya.

Demikian juga ketika Indonesia mendapatkan pukulan dan tekanan dari krisis ekonomi global 2008. Saat itu, kita takut kalau nasib Indonesia sama dengan krisis yang terjadi 10 tahun sebelumnya. Tanda-tanda kepanikan juga sudah muncul. Namun, karena antisipasi yang cepat dan tepat, serta kebersamaan seluruh elemen bangsa untuk mengatasi krisis itu, Alhamdulillah, ekonomi kita selamat. Saya mengatakan bahwa faktor kepemimpinan, manajemen krisis dan kebersamaan kita juga merupakan kunci keberhasilan.

Para kader Demokrat dan rakyat Indonesia yang saya cintai,
Saya telah menyampaikan mengapa rakyat harus kita utamakan dalam pembangunan di negeri ini. Termasuk ketika Indonesia menghadapi tekanan ekonomi, yang berimplikasi pada kesejahteraan rakyat. 

Sekarang, saya akan menyampaikan hal lain yang tak kalah pentingnya, yaitu tentang pentingnya politik yang beradab di negeri kita. 

Esensi dari politik yang beradab adalah adanya kekuasaan yang amanah dan tidak korup dalam arti tidak disalahgunakannya kekuasaan itu; terjaminnya hak-hak politik rakyat termasuk kebebasan berbicara; demokrasi yang tertib, tidak anarkis dan taat pada pranata hukum; dan pers yang merdeka namun juga bertanggung jawab.

Politik juga “civilized”, atau berkeadaban, jika semua menghormati sistem pergantian kepemimpinan politik, termasuk Presiden, dan tidak ada gerakan untuk menjatuhkan Presiden di tengah jalan secara inkonstitusional.

Kehidupan politik yang baik juga bebas dari represi kekuasaan terhadap rakyatnya. Sementara, rakyat dengan dalih kebebasan juga tidak boleh melakukan tindakan melawan hukum serta mengganggu ketertiban dan keamanan publik.

Kita terus membangun politik dan demokrasi yang makin matang, makin berkualitas dan akhirnya makin beradab. Kita juga terus diuji apakah dalam perjalanan bangsa ini, termasuk pemilu yang akan kita laksanakan, politik dan demokrasi yang beradab itu dapat kita jaga dan kembangkan.

Menjelang pemilihan umum 2019, politik akan makin memanas. Banyak godaan dan ujian yang akan kita hadapi.
Negara kembali akan diuji apakah Pemilu 2019 ini dapat berlangsung secara damai, adil dan demokratis. Peaceful, free and fair election. Tiga pemilu sebelumnya ~ Pemilu 2004, Pemilu 2009 dan Pemilu 2014, berlangsung secara damai, adil dan demokratis. Sejarah akan menguji apakah negara dapat mempertahankan prestasi ini. 

Kita akan diuji, apakah untuk meraih kemenangan dalam pemilu, ada yang tergoda menghalalkan segala cara. Termasuk menyalahgunakan kekuasaan, melanggar Undang-Undang serta menghalang-halangi pihak lain untuk menjalankan kampanye pemilu yang semestinya.

Kita akan diuji apakah pemilu ini bisa mencegah politik uang (money politics) yang makin menjadi-jadi. Demokrasi akan runtuh dan rakyat akan dikebiri manakala uang menjadi penentu segala-galanya. Gelap politik kita kalau uang digunakan sebagai alat untuk membeli suara rakyat dan juga sebagai transaksi terbangunnya koalisi partai-partai.

Kita akan diuji apakah pemilu ini bebas dari intimidasi yang akan mengganggu kedaulatan rakyat untuk menjatuhkan pilihannya. Kekuatan atau power yang dimiliki oleh siapapun tidaklah boleh untuk mengintimidasi dan memaksa seseorang agar memilih kandidat atau partai politik tertentu. 

Kita akan diuji apakah politik identitas yang melebihi takarannya akan dimainkan oleh para kandidat dan partai-partai politik peserta pemilu. Di negara manapun, selalu ada korelasi antara identitas dengan preferensi pemilihan dan politik. Namun, apabila melebihi kepatutannya dan secara membabi buta dijadikan “penentu” untuk memilih seseorang ataupun partai politik tertentu, demokrasi kita akan mundur jauh ke belakang.  
Kita akan diuji apakah pers dan media massa bisa bertindak adil dan memberikan ruang yang berimbang bagi para kandidat dan kontestan peserta pemilu. Media massa adalah milik rakyat, milik kita semua. Janganlah media massa tidak lagi independen dan berimbang dalam pemberitaannya lantaran tekanan pemilik modal dan pihak-pihak tertentu. 

Dan kita akan diuji, apakah perangkat negara termasuk intelijen, kepolisian dan militer netral dan tidak berpihak. Ingat, TNI, Polri dan BIN adalah milik negara, milik rakyat Indonesia. Akan mencederai sumpah dan etikanya kalau aparat negara tidak netral. Sebagai salah satu pelaku reformasi, saya ingatkan TNI, Polri dan BIN harus belajar dari sejarah, bahwa karena kesalahan masa lampaunya, rakyat terpaksa memberikan koreksi. 

Pendek kata, delapan bulan mendatang ini, kita semua akan diuji oleh sejarah. Siapa yang lulus dan siapa yang tidak lulus. 
Para Kader Demokrat yang saya banggakan, Saya mengajak Partai Demokrat untuk tidak menjalankan dan masuk ke dalam politik identitas, atau politik SARA. Jangan sampai untuk mengejar kemenangan, kita mengorbankan persatuan, persaudaraan dan kerukunan di antara sesama elemen bangsa. Jangan sampai kita ikut menyemaikan benih-benih perpecahan dan disintegrasi yang sangat membahayakan masa depan bangsa kita. 

Dalam kampanye pemilu, kampanye negatif memang tidak bisa dihindari. Ini juga terjadi di negara lain. Namun, kita harus mencegah digunakannya fitnah, hoax dan ragam kampanye hitam yang lain. 

Saya mengajak Partai Demokrat untuk tidak ikut-ikutan melakukan fitnah dan menyebarkan hoax. Namun, kita juga harus menjaga kehormatan kita kalau kita mendapatkan fitnah. 
Minggu ini, saya dan Partai Demokrat kembali mendapatkan fitnah besar. Ada pihak asing yang mengarang cerita yang tidak mengandung kebenaran. Korbannya, lagi-lagi SBY dan Partai Demokrat. Sayangnya, sebagian dari media massa dan pihak-pihak tertentu di dalam negeri ikut menyebarluaskan fitnah yang jauh dari logika dan kebenaran ini.

 Saya memahami kemarahan para Kader Demokrat terhadap tangan-tangan asing yang mengobok-obok urusan bangsa kita. Saya tahu para Kader Demokrat gusar karena fitnah keji ini dimunculkan di musim pemilu sehingga, pihak yang menyebarluaskan fitnah ini juga memiliki motif dan kepentingan politik. Namun, saya menyeru kepada para Kader untuk tidak main hakim sendiri, termasuk kepada media massa dalam negeri yang ikut menyebarluaskan fitnah ini. 

Ingat, negara kita adalah negara hukum. Bukan negara gruduk dan negara kekerasan. Saya pastikan kita akan menggunakan hak hukum kita untuk menyelesaikan masalah ini. Akan kita kejar sampai ke ujung dunia mana pun, yang merusak dan menghancurkan nama baik kita. Ini juga berlaku bagi pihak-pihak di dalam negeri yang ikut-ikutan memfitnah dan merusak kehormatan kita.

Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih atas simpati dan dukungan yang sangat luas dari saudara-saudara saya, rakyat Indonesia, agar saya tetap kuat dan tegar. Insya Allah, saya akan tetap kuat sambil berikhtiar agar keadilan sejati datang. 

*Para Kader Demokrat yang saya banggakan,*

Menyongsong Pemilu 2019 mendatang, marilah kita berikhtiar dan berjuang sekuat tenaga, dengan cara-cara yang baik, agar partai kita kembali berhasil. 

Saya ingin semakin banyak kader Demokrat yang memiliki kapasitas, integritas dan komitmen yang tinggi untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui parlemen, baik di tingkat pusat maupun daerah. 

Tidak ada resep yang ajaib untuk menang. Sering saya sampaikan, hanya ada 2 hal yang perlu kita lakukan. Berusaha sekuat tenaga dan memohon pertolongan Allah SWT. 

Akhirnya menutup pidato ini, saya mengajak kita semua untuk senantiasa berpikir dan berbuat yang terbaik untuk rakyat, karena merekalah sejatinya penguasa negeri ini. Siapapun yang pada 2019 nanti mendapatkan amanah rakyat baik di eksekutif maupun legislatif, ingatlah selalu bahwa amanah kekua-saan itu harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Insya Allah setiap kemaslahatan yang kita persembahkan kepada rakyat akan menjadi ‘amal jariyah’ yang akan menemani kita di perjalanan abadi selanjutnya. 

Terima kasih.
Wassalamu Alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.*PIDATO POLITIK PROF. DR. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PADA ACARA 17 TAHUN PARTAI DEMOKRAT* 

“Utamakan Rakyat dan  Bangun Politik yang Beradab”

Jakarta, 17 September 2018

Bismilahirrohmanirrohim
Assalamu' alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera untuk kita sekalian,
Shalom, 
Om Swastiastu
Namo Budaya
Salam kebajikan.

 *Para pemimpin dan Kader Demokrat yang saya cintai,*
 *Hadirin sekalian yang saya hormati,*
 *Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,*

 Alhamdulillah, bulan September 2018 ini Partai Demokrat genap berusia 17 tahun. Sama halnya dengan kehidupan dan perjalanan bangsa kita, Demokrat juga dibesarkan oleh tantangan dan ujian sejarah, baik pasang maupun surut, suka maupun duka. Kami menyambut hari jadi yang ketujuh belas ini dengan tekad dan harapan baru, untuk lebih gigih lagi memperjuangkan kepentingan dan harapan rakyat kita.

 Partai Demokrat didirikan oleh orang-orang yang percaya bahwa Indonesia memerlukan kekuatan politik yang menjunjung nilai-nilai keTuhanan, demokrasi dan kebangsaan.

 Para Kader Demokrat mengetahui bahwa manifesto partai yang kita susun saat mendirikan partai tahun 2001, tetap kita pegang teguh sampai sekarang.

 Partai Demokrat adalah partai tengah, partai nasionalis-religius yang melihat keragaman identitas bangsa sebagai kekuatan demokrasi. Kita adalah partai nasionalis yang menjunjung tinggi Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita juga partai religius yang bekerja dengan nilai-nilai keTuhanan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan kita.

 Kebangsaan dan keber-Agama-an inilah yang akan menuntun kita mencapai cita-cita luhur : agar rakyat Indonesia hidup damai, adil dan makmur; dalam kehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu  dan berdaulat; serta menjunjung tinggi kemanusiaan, atas dasar ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 Pada kesempatan yang baik ini, saya akan menyampaikan Pidato Politik dengan tema "Utamakan Rakyat dan Bangun Politik yang Beradab". Tema ini saya pandang tepat dan relevan, bukan semata terkait dengan pemilihan umum mendatang, tetapi menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik, menuju Indonesia Maju di Abad 21.

 *Para kader dan saudara sebangsa setanah air,*

 Memperingati 17 tahun Partai Demokrat ini, saya ingin berbagi cerita dari rangkaian perjalanan saya berkeliling tanah air, termasuk di pulau Jawa beberapa bulan lalu.

 Waktu itu, saya dan rombongan baru selesai istirahat, ngopi-ngopi di Kopi Pangestu, Batang, Jawa Tengah. Saat menuju bis, tiba-tiba seorang Ibu separuh baya mencegat saya. Dengan gugup, agak terbata-bata, ia mengucapkan terima kasih kepada saya. Rupanya ia dan suaminya termasuk dalam satu juta lebih pegawai honorer yang diangkat jadi PNS, saat saya masih menjadi Presiden. 

 Di Jawa Barat, saat mengunjungi pasar Bubulak, Bogor, tiba-tiba saya dihampiri seorang Ibu yang matanya berkaca-kaca. Ibu itu mengatakan, “Bapak, saya sangat senang bertemu sama Bapak. Saya hanya ingin berterima kasih, karena saya sekeluarga sangat tertolong dengan program bantuan sosial pemerintahan Bapak. Saya orang miskin Pak, tetapi berkat program Bidikmisi, sekarang anak saya jadi sarjana,” kata Ibu itu dengan linangan air mata.

 Lalu, seorang Ibu lain juga datang menghampiri dan mengungkapkan rasa sedihnya atas berbagai hujan fitnah yang tak henti-hentinya saya hadapi. “Saya sedih Pak, kenapa Bapak terus dihujat dan difitnah.”  

 Alhamdulillah, ternyata rakyat masih mengingat apa yang saya alami, dan apa yang dilakukan oleh pemerintahan SBY bersama Partai Demokrat selama 10 tahun dulu.

 Para Kader Demokrat, kalau kita melakukan kilas balik, kita harus banyak bersyukur. Pada tahun 2004, ketika Partai kita baru berusia 3 tahun, kita berhasil memenangkan Pemilihan Presiden Secara Langsung yang pertama.  

 Lima tahun kemudian, pada tahun 2009, Partai kita berhasil memenangkan pemilu legislatif dengan perolehan suara yang besar ~ hampir 22 juta suara atau 20,85%. Dan bahkan, kita mampu memenangkan kembali Pemilihan Presiden dengan hampir 74 juta suara, yang hingga hari ini tercatat sebagai suara terbanyak di dunia.

 Namun, kita juga mengalami masa surut ketika suara Partai Demokrat menurun tajam dalam Pemilu 2014. Tetapi kita tawakal, tidak patah, dan justru menjadi cambuk untuk berbenah dan membangun diri. Kini kita merasakan Partai Demokrat semakin kuat dan semakin siap menghadapi tantangan, seraya terus berjuang memenuhi harapan rakyat. 

 *Hadirin sekalian yang saya hormati,*

 Ketika saya mengemban amanah sebagai Presiden RI ke-6, kondisi negara kita saat itu tidaklah mudah. Negara kita belum stabil dan belum pulih dari krisis besar tahun 1998. Kita masih menjalani transisi baik politik, ekonomi, hukum maupun keamanan. Bahkan, sebelumnya sejumlah pihak meramalkan Indonesia akan tercerai berai dan menjadi negara gagal (failed state). Kita berterima kasih kepada para Presiden sebelum saya, yang bekerja keras, dan ikut meletakkan landasan bagi saya untuk membangun kembali Indonesia.

 Itulah sebabnya, sebagai Presiden saya dan juga Partai Demokrat memilih untuk tidak terlalu banyak berjanji, daripada gagal untuk menepatinya. Tekad kita dulu adalah bekerja sekuat tenaga untuk memulihkan keadaan, dan membuat Indonesia lebih baik lagi.

Visi dan misi Partai Demokrat dulu adalah Indonesia yang lebih aman dan damai, Indonesia yang lebih adil, Indonesia yang lebih sejahtera, dan Indonesia yang lebih demokratis. Kepada dunia, yang mengikuti perkembangan Indonesia, saya sampaikan visi saya dulu : Peace, Justice, Prosperity and Democracy.

 Berangkat dari pahitnya kehidupan rakyat di masa krisis, utamanya kaum miskin dan kurang mampu, kita tetapkan Strategi Pembangunan Ekonomi Indonesia, yang berjudul Strategi 4 Jalur. Yaitu pro pertumbuhan, pro lapangan pekerjaan, pro pengurangan kemiskinan dan pro lingkungan hidup.

 Alhamdulillah, dengan segala kekurangan yang kita miliki dulu, serta berkat kerja keras kita semua, visi dan sasaran-sasaran strategis tersebut dapat kita capai.

 Sebagai contoh, selama 10 tahun, ekonomi kita tumbuh rata-rata 6%. Kemudian pengangguran turun dari 9,9% menjadi 5,7%. Kemiskinan juga turun dari 16,7% menjadi 10,96%, artinya kita bisa menurunkan angka kemiskinan sekitar 6%, atau setara dengan 8,6 juta orang yang keluar dari jerat kemiskinan. Sementara itu, lingkungan hidup kita makin terjaga. Ini membuktikan bahwa Strategi 4 Jalur dapat kita capai. Berarti pula kita dapat memenuhi janji kita.

 Di luar itu, pendapatan perkapita naik lebih dari 3x lipat dari Rp. 10,55 Juta menjadi Rp. 36,5 Juta. Artinya kenaikan tajam ini membuktikan bahwa kehidupan rakyat kita makin sejahtera. Rasio utang Pemerintah terhadap PDB juga menurun tajam dari 56,6% menjadi 25,6%, termasuk dapat kita lunasinya utang IMF lebih cepat dari jadwalnya.  

 Atas capaian tersebut, sejak tahun 2008, Indonesia menjadi anggota G-20 atau grup negara-negara dengan ekonomi terbesar dunia.

 Masih di bidang ekonomi, selama 10 tahun kita juga membangun pertanian, perindustrian, energi, transportasi dan infrastruktur di seluruh tanah air. Listrik kita tingkatkan secara signifikan dari 25.000 Mega Watt menjadi 50.000 Mega Watt atau naik 100%. Sementara infrastruktur fisik yang kita bangun bukan hanya prasarana perhubungan, tetapi juga prasarana pendidikan, kesehatan, perumahan, dan lain-lain; dan bukan hanya di kota-kota besar tetapi juga di daerah pedesaan.

 Di bidang pertahanan dan keamanan, keadaan keamanan dalam negeri jauh membaik. Antara lain ditandai dengan selesainya konflik bersenjata di Aceh dan sisa-sisa konflik komunal di berbagai wilayah Indonesia. Berkat ekonomi kita yang tumbuh tinggi, kita melakukan modernisasi kekuatan pertahanan dan Alutsista TNI, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara, secara masif, dan tergolong terbesar di tingkat kawasan. Kepolisian juga kita lakukan modernisasi dan reformasi untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitasnya. 

 Di bidang hukum dan keadilan, kita melakukan penegakan hukum termasuk pemberantasan korupsi yang agresif dan tidak tebang pilih. Pemberantasan terorisme dan kejahatan Narkoba juga kita lakukan secara serius. Satu hal yang kita pegang teguh, tidak ada intervensi kekuasaan dan campur tangan politik dalam penegakan hukum dan keadilan. 

 Di bidang demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, kita telah melakukan konsolidasi dan pematangan kehidupan demokrasi. Kita menjunjung tinggi kebebasan rakyat, termasuk kebebasan pers, serta memberikan ruang yang luas kepada civil society. Saya yakin negara ini akan makin baik kalau semua pihak diberikan ruang yang cukup untuk berekspresi dan berpartisipasi.

 Dari semuanya ini, dengan segala kerendahan hati, saya ingin mengatakan bahwa janji saya bersama Partai Demokrat untuk membangun Indonesia yang lebih aman dan damai, yang lebih adil, yang lebih sejahtera, dan yang lebih demokratis dapat kita wujudkan. Tentu di sana sini masih ada kekurangan dan masih banyak pula pekerjaan rumah yang harus kita lakukan. 

 Semua hal yang telah kita raih dan capai itu tentulah tidak jatuh dari langit. Ada rencananya, ada programnya, dan ada implementasinya. Ini semua memerlukan kepemimpinan dan manajemen pemerintahan yang efektif dari pusat hingga daerah. Jadi jelas bukan asal-asalan dan bukanlah auto-pilot.

 *Rakyat Indonesia yang saya cintai,*

 Partai Demokrat memang sangat peduli dan mengutamakan taraf hidup rakyat yang tergolong miskin dan rentan miskin. Mereka adalah yang disebut dengan “40% kalangan terbawah”, yang saat ini, di Indonesia jumlahnya mencapai sekitar 100 juta orang.

 Selama memimpin Indonesia, terus terang saya memiliki keberpihakan yang tinggi terhadap saudara-saudara kita yang hidupnya belum baik ini. Ini tidak mengada-ada dan juga bukanlah sebuah pencitraan. Bagi saya, menolong dan meningkatkan kualitas hidup golongan miskin dan kurang mampu adalah merupakan kewajiban moral.

 Ekonomi pasar bebas dan kapitalisme sering tidak sensitif dan tidak peduli pada kemiskinan dan kesenjangan. Justru, negara, pemerintah dan pemimpin harus hadir, peduli dan melakukan langkah-langkah serius untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

 Jika ada konflik penentuan prioritas dalam kebijakan ekonomi, saya berpendapat bahwa rakyatlah yang diutamakan. Bukan berarti pembangunan infrastruktur fisik tidak penting, karena ketika Partai Demokrat berada di pemerintahan, pembangunan infrastruktur juga dilakukan. Tetapi, sekali lagi, rakyat yang sedang susah harus kita utamakan. 

 Selama 10 tahun, saya memimpin Indonesia dengan dukungan Partai Demokrat,  kita jalankan berbagai program pro rakyat, untuk mengurangi kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan.
  
• Kita memberikan BLT atau BLSM ketika daya beli rakyat amat rendah dan  tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya. 
• Kita memberikan Raskin, dan menjalankan PKH bagi rakyat yang sangat  miskin.
• Kita menjalankan Jamkesmas dan BPJS untuk membantu pelayanan  kesehatan bagi rakyat kita.
• Kita memberikan bantuan kepada Lansia dan penyandang disabilitas.
• Kita menjalankan program BOS dan Bidikmisi untuk membantu kaum  tidak  mampu dalam bidang pendidikan.
• Kita memberikan KUR untuk membantu dan mengembangkan pelaku  Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
• Kita menjalankan PNPM untuk melakukan pembangunan di kecamatan,  termasuk infrastruktur di desa-desa, yang diperkuat dengan pemberian  Dana Desa sebagai Implementasi Undang-Undang Desa tahun 2014.
• Kita terus meningkatkan gaji pegawai negeri, guru, TNI dan Polri serta  upah buruh secara signifikan.
• Kita juga memberikan bantuan subsidi kepada para petani, nelayan dan  peternak. 

 Program-program pro rakyat ini jelas membutuhkan anggaran yang besar. Sebagian dari padanya, merupakan subsidi. Ada yang mengkritik saya dan tidak setuju dengan banyaknya anggaran yang tersedot untuk program pro rakyat ini. Bahkan ada yang mengatakan program-program ini tidak produktif dan konsumtif sifatnya. Saya dan Partai Demokrat tentu tidak setuju, kalau membantu rakyat kecil dan rakyat yang sedang susah itu salah dan tidak produktif. Negara dan pemerintah justru wajib membantu rakyatnya yang susah dan tidak mampu.

 Dewasa ini kita mendengar bahwa sebagian dari program-program itu diganti namanya, atau dikemas ulang. Sebagian yang lain ditiadakan. Hal ini tentu merupakan hak dari pemerintahan yang sekarang. Yang penting, bagi Partai Demokrat, negara dan pemerintah tidak mengabaikan kewajibannya untuk membantu rakyat kecil atau wong cilik. Ini adalah konsep keadilan dan pemerataan.

 *Saudara-saudara sekalian,*

 Sekarang dan ke depan, Partai Demokrat akan terus mendengarkan suara rakyat, mengetahui persoalan yang dihadapi dan mencarikan solusinya. Satu tahun terakhir ini, saya pribadi, dan para kader utama Partai Demokrat telah berkeliling nusantara, mengunjungi ratusan kabupaten dan kota, untuk berdialog langsung dengan berbagai lapisan masyarakat. 

• Saya mendengarkan keluhan ibu-ibu atas kenaikan harga-harga bahan  pokok, sementara penghasilan mereka tidak cukup untuk memenuhi  kebutuhan sehari-hari. 
• Saya menerima keluhan mereka-mereka yang sulit mendapatkan  pekerjaan, juga yang justru kehilangan pekerjaan.
• Saya menangkap kecemasan anak-anak muda, termasuk yang masih  sekolah dan kuliah, atas kepastian pekerjaan yang akan mereka  dapatkan.
• Saya menangkap kekhawatiran kalangan dunia usaha baik papan atas,  menengah maupun bawah, atas terus menurunnya bisnis mereka.  Keluhan mereka juga menyangkut kebijakan perpajakan yang dianggap  membebani.
• Saya mendengarkan kritik masyarakat atas penegakan hukum yang  disana-sini dianggap kurang adil, termasuk dalam pemberantasan korupsi  yang dinilai ada tebang pilihnya.
• Saya juga mendengarkan suara rakyat yang merasa takut untuk berbicara  di ruang publik, maupun di media sosial, karena khawatir akan  dikriminalisasi atau ditindak secara hukum.

Sebenarnya, kalau kita simak hasil survei dari berbagai lembaga survei, hal-hal inilah yang merupakan elemen ketidakpuasan masyarakat. Sama dengan yang saya dapatkan ketika bertemu dan berdialog dengan rakyat. Namun, Partai Demokrat juga harus jujur, bahwa sebagian masyarakat puas dengan sejumlah hal, yang tentunya ini merupakan capaian pemerintah yang harus kami berikan apresiasi. 

Di bidang ekonomi, saat ini kita menghadapi pelemahan rupiah yang tajam serta kenaikan harga minyak dunia. Sebagian pihak mengatakan bahwa faktor eksternal inilah yang menjadi biang keladi melemahnya ekonomi kita. 

Namun, sebenarnya, faktor eksternal yang berdampak pada ekonomi kita bukanlah hal yang baru bagi Indonesia. Selama 10 tahun memimpin, saya juga kerap menghadapi tekanan ekonomi yang disebabkan oleh faktor-faktor eksternal. Tahun 2005, tahun 2008 dan tahun 2013, kita menghadapi mero-ketnya harga minyak dunia. Tahun 2008 – 2009, kita menghadapi krisis perekonomian global.

Saya masih ingat, untuk menyelamatkan fiskal kita dari meroketnya harga minyak, harga BBM harus beberapa kali dinaikkan. Ini keputusan yang sulit dan tidak populer secara sosial dan politik. Bagi seorang presiden, ini juga mendatangkan resiko tersendiri, seperti yang saya alami ketika harus menaikkan harga BBM pada tahun 2008, beberapa bulan sebelum Pemilihan Presiden dilaksanakan. Alhamdulillah, setelah kebijakan menaikkan harga BBM diambil, ekonomi kita selamat. Jadi, sebesar apapun faktor eksternal, selalu ada solusinya.

Demikian juga ketika Indonesia mendapatkan pukulan dan tekanan dari krisis ekonomi global 2008. Saat itu, kita takut kalau nasib Indonesia sama dengan krisis yang terjadi 10 tahun sebelumnya. Tanda-tanda kepanikan juga sudah muncul. Namun, karena antisipasi yang cepat dan tepat, serta kebersamaan seluruh elemen bangsa untuk mengatasi krisis itu, Alhamdulillah, ekonomi kita selamat. Saya mengatakan bahwa faktor kepemimpinan, manajemen krisis dan kebersamaan kita juga merupakan kunci keberhasilan.

Para kader Demokrat dan rakyat Indonesia yang saya cintai,
Saya telah menyampaikan mengapa rakyat harus kita utamakan dalam pembangunan di negeri ini. Termasuk ketika Indonesia menghadapi tekanan ekonomi, yang berimplikasi pada kesejahteraan rakyat. 

Sekarang, saya akan menyampaikan hal lain yang tak kalah pentingnya, yaitu tentang pentingnya politik yang beradab di negeri kita. 

Esensi dari politik yang beradab adalah adanya kekuasaan yang amanah dan tidak korup dalam arti tidak disalahgunakannya kekuasaan itu; terjaminnya hak-hak politik rakyat termasuk kebebasan berbicara; demokrasi yang tertib, tidak anarkis dan taat pada pranata hukum; dan pers yang merdeka namun juga bertanggung jawab.

Politik juga “civilized”, atau berkeadaban, jika semua menghormati sistem pergantian kepemimpinan politik, termasuk Presiden, dan tidak ada gerakan untuk menjatuhkan Presiden di tengah jalan secara inkonstitusional.

Kehidupan politik yang baik juga bebas dari represi kekuasaan terhadap rakyatnya. Sementara, rakyat dengan dalih kebebasan juga tidak boleh melakukan tindakan melawan hukum serta mengganggu ketertiban dan keamanan publik.

Kita terus membangun politik dan demokrasi yang makin matang, makin berkualitas dan akhirnya makin beradab. Kita juga terus diuji apakah dalam perjalanan bangsa ini, termasuk pemilu yang akan kita laksanakan, politik dan demokrasi yang beradab itu dapat kita jaga dan kembangkan.

Menjelang pemilihan umum 2019, politik akan makin memanas. Banyak godaan dan ujian yang akan kita hadapi.
Negara kembali akan diuji apakah Pemilu 2019 ini dapat berlangsung secara damai, adil dan demokratis. Peaceful, free and fair election. Tiga pemilu sebelumnya ~ Pemilu 2004, Pemilu 2009 dan Pemilu 2014, berlangsung secara damai, adil dan demokratis. Sejarah akan menguji apakah negara dapat mempertahankan prestasi ini. 

Kita akan diuji, apakah untuk meraih kemenangan dalam pemilu, ada yang tergoda menghalalkan segala cara. Termasuk menyalahgunakan kekuasaan, melanggar Undang-Undang serta menghalang-halangi pihak lain untuk menjalankan kampanye pemilu yang semestinya.

Kita akan diuji apakah pemilu ini bisa mencegah politik uang (money politics) yang makin menjadi-jadi. Demokrasi akan runtuh dan rakyat akan dikebiri manakala uang menjadi penentu segala-galanya. Gelap politik kita kalau uang digunakan sebagai alat untuk membeli suara rakyat dan juga sebagai transaksi terbangunnya koalisi partai-partai.

Kita akan diuji apakah pemilu ini bebas dari intimidasi yang akan mengganggu kedaulatan rakyat untuk menjatuhkan pilihannya. Kekuatan atau power yang dimiliki oleh siapapun tidaklah boleh untuk mengintimidasi dan memaksa seseorang agar memilih kandidat atau partai politik tertentu. 

Kita akan diuji apakah politik identitas yang melebihi takarannya akan dimainkan oleh para kandidat dan partai-partai politik peserta pemilu. Di negara manapun, selalu ada korelasi antara identitas dengan preferensi pemilihan dan politik. Namun, apabila melebihi kepatutannya dan secara membabi buta dijadikan “penentu” untuk memilih seseorang ataupun partai politik tertentu, demokrasi kita akan mundur jauh ke belakang.  
Kita akan diuji apakah pers dan media massa bisa bertindak adil dan memberikan ruang yang berimbang bagi para kandidat dan kontestan peserta pemilu. Media massa adalah milik rakyat, milik kita semua. Janganlah media massa tidak lagi independen dan berimbang dalam pemberitaannya lantaran tekanan pemilik modal dan pihak-pihak tertentu. 

Dan kita akan diuji, apakah perangkat negara termasuk intelijen, kepolisian dan militer netral dan tidak berpihak. Ingat, TNI, Polri dan BIN adalah milik negara, milik rakyat Indonesia. Akan mencederai sumpah dan etikanya kalau aparat negara tidak netral. Sebagai salah satu pelaku reformasi, saya ingatkan TNI, Polri dan BIN harus belajar dari sejarah, bahwa karena kesalahan masa lampaunya, rakyat terpaksa memberikan koreksi. 

Pendek kata, delapan bulan mendatang ini, kita semua akan diuji oleh sejarah. Siapa yang lulus dan siapa yang tidak lulus. 
Para Kader Demokrat yang saya banggakan, Saya mengajak Partai Demokrat untuk tidak menjalankan dan masuk ke dalam politik identitas, atau politik SARA. Jangan sampai untuk mengejar kemenangan, kita mengorbankan persatuan, persaudaraan dan kerukunan di antara sesama elemen bangsa. Jangan sampai kita ikut menyemaikan benih-benih perpecahan dan disintegrasi yang sangat membahayakan masa depan bangsa kita. 

Dalam kampanye pemilu, kampanye negatif memang tidak bisa dihindari. Ini juga terjadi di negara lain. Namun, kita harus mencegah digunakannya fitnah, hoax dan ragam kampanye hitam yang lain. 

Saya mengajak Partai Demokrat untuk tidak ikut-ikutan melakukan fitnah dan menyebarkan hoax. Namun, kita juga harus menjaga kehormatan kita kalau kita mendapatkan fitnah. 
Minggu ini, saya dan Partai Demokrat kembali mendapatkan fitnah besar. Ada pihak asing yang mengarang cerita yang tidak mengandung kebenaran. Korbannya, lagi-lagi SBY dan Partai Demokrat. Sayangnya, sebagian dari media massa dan pihak-pihak tertentu di dalam negeri ikut menyebarluaskan fitnah yang jauh dari logika dan kebenaran ini.

 Saya memahami kemarahan para Kader Demokrat terhadap tangan-tangan asing yang mengobok-obok urusan bangsa kita. Saya tahu para Kader Demokrat gusar karena fitnah keji ini dimunculkan di musim pemilu sehingga, pihak yang menyebarluaskan fitnah ini juga memiliki motif dan kepentingan politik. Namun, saya menyeru kepada para Kader untuk tidak main hakim sendiri, termasuk kepada media massa dalam negeri yang ikut menyebarluaskan fitnah ini. 

Ingat, negara kita adalah negara hukum. Bukan negara gruduk dan negara kekerasan. Saya pastikan kita akan menggunakan hak hukum kita untuk menyelesaikan masalah ini. Akan kita kejar sampai ke ujung dunia mana pun, yang merusak dan menghancurkan nama baik kita. Ini juga berlaku bagi pihak-pihak di dalam negeri yang ikut-ikutan memfitnah dan merusak kehormatan kita.

Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih atas simpati dan dukungan yang sangat luas dari saudara-saudara saya, rakyat Indonesia, agar saya tetap kuat dan tegar. Insya Allah, saya akan tetap kuat sambil berikhtiar agar keadilan sejati datang. 

*Para Kader Demokrat yang saya banggakan,*

Menyongsong Pemilu 2019 mendatang, marilah kita berikhtiar dan berjuang sekuat tenaga, dengan cara-cara yang baik, agar partai kita kembali berhasil. 

Saya ingin semakin banyak kader Demokrat yang memiliki kapasitas, integritas dan komitmen yang tinggi untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui parlemen, baik di tingkat pusat maupun daerah. 

Tidak ada resep yang ajaib untuk menang. Sering saya sampaikan, hanya ada 2 hal yang perlu kita lakukan. Berusaha sekuat tenaga dan memohon pertolongan Allah SWT. 

Akhirnya menutup pidato ini, saya mengajak kita semua untuk senantiasa berpikir dan berbuat yang terbaik untuk rakyat, karena merekalah sejatinya penguasa negeri ini. Siapapun yang pada 2019 nanti mendapatkan amanah rakyat baik di eksekutif maupun legislatif, ingatlah selalu bahwa amanah kekua-saan itu harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Insya Allah setiap kemaslahatan yang kita persembahkan kepada rakyat akan menjadi ‘amal jariyah’ yang akan menemani kita di perjalanan abadi selanjutnya. 

Terima kasih.
Wassalamu Alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Polres Ciko Gelar Operasi GAKTIBPLIN Anggota

E-NewsIndonesia - Unit Propam Polres Cirebon Kota menggelar Operasi Penegakan, Ketertiban dan Disiplin (GAKTIBPLIN) kepada seluruh anggota Polres Cirebon Kota yang berlangsung di halaman depan Mapolres Cirebon Kota, Senin (17/09-2018) usai pelaksanaan apel pagi.

Operasi GAKTIBPLIN dipimpin langsung Kasie Propam Polres Cirebon Kota Ipda Sukirno, SH dengan melibatkan seluruh anggota Propam. 

"Hal ini bertujuan untuk melakukan pembinaan personel secara rutin guna mengantisipasi timbulnya pelanggaran-pelanggaran," jelas Sukirno

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan sikap tampang seluruh personil. Pemeriksaan kelengkapan identitas perorangan seperti KTP, KTA, SIM, BPJS dan surat-surat kendaraan, dan pemegang senpi dinas Polri maupun kerapihan pakaian dan  tampang.

"Operasi GAKTIBLIN yang dilakukan Propam Polres Cirebon Kota akan dilakukan secara rutin dan random. Bertujuan agar anggota Polri yang bertugas dilapangan dapat bekerja lebih baik lagi,"pungkasnya.(Ach/Ist)

Hasil Insvestigasi Asia Sentinel Tidak Kredibel Demokrat Akan Tuntut Media Lokal Penyebar Fitnah

E-NewsIndonesia - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sudah membaca permintaan maaf dan pencabutan art...