Minggu, 14 April 2019

SBY Gunakan Hak Pilih Di Kedubes Singapura

E-NewsIndonesia - Pada hari ini, Minggu 14 April 2019 sekitar Pukul 16.00, Presiden RI Ke-6 SBY melaksanakan hak konstitusionalnya sebagai warga negara untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2019. Pelaksanaannya bertempat di Kedubes RI di Singapura, 7 Chatsworth Road Singapura.

SBY yang mengenakan batik berwarna biru didampingi beberapa petugas Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Singapura tampak sabar mengantri menunggu giliran untuk menuju ke area pencoblosan di TPS.

SBY melaksanakan pencoblosan setelah mendampingi Ibu Ani Yudhoyono yang sebelumnya mencoblos di ruang perawatan National University Hospital (NUH) Singapura.

Setelah kegiatan selesai, SBY menerima doorstop wartawan Indonesia maupun asing yang telah menunggu di area luar TPS. SBY juga tampak sabar melayani permintaan warga yang turut hadir di KBRI untuk berfoto dan selfie di lokasi. Pada sekitar Pkl. 17.00 SBY meninggalkan KBRI.

Photo : Anung Anindito

Jumat, 12 April 2019

AHY Tegaskan Pemilu Pesta Demokrasi Jangan Buat Masyarakat Cemas

E-NewsIndonesia - Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengkhawatirkan pemilu 2019 setelah kadernya turut menemukan surat suara yang telah tercoblos di Malaysia.

"Tentu ini mengakhawatirkan kita semuanya. Dan saya rasa harus segera ditindaklanjuti," kata AHY usai kampanye nasional di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (11/4-2019).

Atas dasar itu, AHY pun meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI segera memberi kepastian terkait dengan kabar surat suara yang sudah tercoblos di negeri jiran tersebut.

AHY menegaskan pemilihan umum serentak tahun ini sebagai pesta demokrasi tidak boleh membuat masyarakat resah. 

Semua pihak menginginkan agar pemilu yang akan memilih pemimpin negara serta perwakilan rakyat Indonesia itu berlangsung dengan aman dan damai.

Ia menyampaikan agar masyarakat harus kembali diberikan pencerahan atas adanya kejadian tersebut. 

Bawaslu dan KPU, katanya, harus bisa meyakinkan kembali kalau tidak ada kecurangan pada Pemilu.

"Kita ingin 17 April nanti benar-benar menjadi momentum yang baik dalam perpolitikan kita ke depan," ujar putra sulung SBY.(Ach)

Kamis, 11 April 2019

Kampanye di Cirebon, AHY: "Pemimpin Harus Hadir di Atas Semua Perbedaan"

E-NewsIndonesia - Cirebon, Jawa Barat: Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan kekhawatirannya atas isu polarisasi yang seringkali timbul di tengah masyarakat. Hal ini AHY ungkapkan saat kampanye di kota Cirebon, Kamis 11 April 2019.

Kepada wartawan AHY menyampaikan, ”Saya selalu mengedepankan isu-isu persatuan di atas perbedaan atau keberagaman yang dimiliki oleh bangsa ini. Kemajemukan adalah keniscayaan yang harus kita syukuri sebagai kekuatan negara ini, karena tidak semua negara punya heteroganitas atau kemajemukan seperti Indonesia. Tapi juga ada kerawanannya, ketika terlalu mudah dibentur-benturkan sesama anak bangsa atas perbedaan identitas," ujar AHY 

”Pak SBY, sebagai seorang negarawan, bapak bangsa tentunya patut diapresiasi ketika menyampaikan janganlah kemudian polarisasi terjadi, apalagi politik identitas yang menjadi-jadi, termasuk politik yang tidak inklusif. Kita berharap semua terlibat, karena pemimpin harus hadir, wakil pemimpin harus hadir di atas semua golongan, diatas semua perbedaan," lanjut AHY.

Pada kampanye nasional Demokrat untuk Rakyat, di hadapan ribuan kader, relawan, dan simpatisan, AHY kembali meyakinkan bahwa Demokrat sebagai partai nasionalis-religius, akan terus hadir menyuguhkan kebijakan serta program-program yang membantu rakyat kecil melalui 14 prioritas Demokrat. Ia juga menyampaikan bahwa suara Demokrat semakin solid di Cirebon dan Indramayu untuk menambah suara dan kursi DPR RI dan DPRD.

Saat berorasi, AHY menyampaikan berbagai macam isu yang menjadi perhatian Demokrat termasuk lapangan pekerjaan. AHY pun bertanya kepada warga, “Siapa saja di sini yang belum bekerja?” tanyanya yang kemudian mendapat acungan tangan cukup banyak. "Siapa di sini yang belum punya jodoh? Jadi lebih baik cari jodoh atau pekerjaan?” tanya AHY kembali. “Lebih baik cari jodoh yang sudah punya pekerjaan. Untuk itulah bersama Partai Demokrat kita buka lapangan kerja lebih banyak lagi ke depan," AHY menyerukan.

"2019 hingga 2024 harus menjadi momentum kebangkitan Partai Demokrat, karena kita akan mengusung perubahan untuk kemajuan Indonesia lima tahun mendatang," seru AHY kepada ribuan warga.

Kampanye yang berlangsung di GOR Bima ini juga dihadiri oleh Pimpinan Komisi II DPR RI yang juga Calon Anggota Legislatif DPR RI Partai Demokrat, Herman Khaeron, Ketua DPD Jabar Irfan Suryanagara, serta caleg DPR RI dan DPRD provinsi Jabar. (ach)


Rabu, 10 April 2019

AHY Ziarah ke Makam Bung Karno, Agus : Mari Kita Kembali ke Semangat Persatuan Bung Karno

E-NewsIndonesia - Blitar, Jawa Timur - “Zaman yang semakin modern ini justru saya melihat relevansi semangat persatuan dan kesatuan Indonesia menjadi semakin penting. Dunia kita semakin individualis. Kita merasa dengan teknologi semakin membuat tersekat-sekat, apalagi kemudian dikaitkan dengan isu-isu politik yang juga sekali lagi sering memecah belah diri kita sendiri. Walaupun kini kita hidup dalam tantangan zaman yang berbeda, mari kita kembali ke semangat perjuangan persatuan Bung Karno,” tutur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada media yang hadir usai ziarah di kompleks pemakaman Bung Karno, Selasa (9/4-2019) siang.

Mantan Gubernur Jatim Soekarwo, yang turut mendampingi, menegaskan bahwa semangat persatuan dan kesatuan inilah yang menjadi falsafah Partai Demokrat yaitu nasionalis-religius.

Kompleks makam Bung Karno dan kedua orangtuanya ditempatkan dalam bangunan berbentuk joglo, ciri khas bangunan masyarakat Jawa, yang disebut dengan Cungkup Astana Mulyo. Kompleks makam yang terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan, Kota Blitar ini menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Blitar.

Bagi AHY, kunjungan ini merupakan ziarah kebangsaan sebagai napak tilas atas jejak sejarah pendiri bangsa ini. Ini juga menjadi napak tilas sejarah Partai Demokrat mengingat pak SBY, sebagai pendiri Partai Demokrat, pertama kalinya menginjakkan kaki di makam Bung Karno pada tahun 1972, saat menjadi Taruna Akabri, juga untuk meresapi semangat perjuangan kebangsaan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia.

Sebelum ziarah ke makam Bung Karno, AHY beserta rombongan menyempatkan diri untuk berkunjung ke Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang masih berada dalam satu kompleks makam. Salah satu koleksi yang menarik perhatian AHY adalah tulisan tangan Bung Karno pada kain putih: “Pertahankan Revolusi di Atas Relnya yang Asli”.

“Artinya semangat perjuangan itu tidak boleh kemudian menjadi bias. Kita harus terus mengedepankan persatuan di atas keberagaman yang kita miliki di Indonesia ini. Insya Allah jika kita semua dapat memeliharanya, dapat terus menjaga tujuan dan cita-cita besar Indonesia yang sesuai dengan yang diharapkan para pendiri bangsa tersebut, kita bisa mewujudkan Indonesia yang tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tutur AHY menanggapi tulisan tersebut.

Sebelum meninggalkan lokasi, AHY didaulat untuk menuliskan kesan dan pesan terhadap kunjungannya di Perpustakaan yang didirikan pada tanggal 3 Juli 2004 ini.

Turut hadir dalam ziarah ini antara lain Sekretaris DPD PD Jawa Timur Renville Antonio, Ketua Muda Mudi Demokrat Bayu Airlangga, dan jajaran DPC PD Kota Blitar. (ach)

Senin, 08 April 2019

AHY: Jangan Sampai Pemilu 2019 Menjurus Pada Polarisasi yang Benturkan Sesama Anak Bangsa

E-NewsIndonesia - Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengingatkan jangan sampai pemilu 2019 semakin menjurus pada polarisasi yang berdampak pada benturan antar sesama anak bangsa. Hal tersebut disampaikannya usai sarapan pagi di RM Tamansari, Solo, Jateng, Senin (8/4-2019).

AHY juga menanggapi beredarnya pesan internal Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada beberapa petinggi partai. "Disampaikan secara internal sebetulnya kepada sejumlah kader utama Partai Demokrat. Sebetulnya beliau itu dalam posisi sebagai negarawan yang ingin memberikan perspektif atas dasar pengalaman beliau selama ini memimpin Indonesia 10 tahun, 2004-2014, dan juga atas pengalaman beliau dinas di TNI, termasuk dalam menyelesaikan konflik-konflik komunal, konflik horizontal, ketika beliau sebagai Menko Polhukam, baik di Poso, Ambon, Aceh dan lain sebagainya. Termasuk pengalaman dulu ketika menjadi bagian dalam pasukan PBB di Bosnia Herzegovina,” tutur AHY. 

“Artinya justru kita berterima kasih kepada Pak SBY sebagai bapak bangsa yang terus kita tunggu pemikiran yang jernih. Pemikiran yang mengedepankan akal sehat dan rasionalitas, dan mengingatkan kita semuanya, kepada para pemimpin, pada elit politik, jangan sampai pemilu 2019 ini kemudian menjadi semakin menjurus pada polarisasi yang berdampak pada benturan antar sesama anak bangsa. Apalagi kalau polarisasi itu selalu diperkuat dengan narasi politik identitas. Itu yang diingatkan,” AHY menegaskan. 

Ketika ditanya mengenai ketidakhadirannya pada kampanye Prabowo-Sandi kemarin, AHY menjawab, "Saya kemarin kurang fit. Mungkin akumulasi juga, setelah berminggu-minggu melaksanakan kampanye di lapangan dari satu daerah ke daerah lain. Kemudian hari Kamis itu saya baru saja melaksanakan kampanye di Yogja,” AHY menjelaskan.

Dari Yogya, AHY langsung ke Singapura untuk menjenguk Ibu Ani. "Terus terang selama dua hari dua malam saya harus berjaga mendampingi Ibu Ani yang juga sering terjaga di tengah malam. Dan mudah-mudahan saya berharap, kehadiran saya di sana itu bisa memberikan semangat untuk Ibu Ani,” jelasnya.

AHY juga menjelaskan bahwa seharusnya ia berangkat ke Singapura pada waktu yang sudah direncanakan, yaitu Jumat (5/4). Akan tetapi setelah mendengar kabar bahwa kondisi Ibu Ani kurang baik, AHY mempercepat keberangkatan ke Singapura langsung seusai kegiatan di Yogyakarta, Kamis (4/4) malam. 

“Mungkin karena itu, kombinasi antara kegiatan saya di lapangan termasuk juga dengan kegiatan saya terakhir di Singapura. Padahal sebetulnya saya sudah kejar untuk bisa hadir di kampanye akbar di Jakarta. Malam harinya saya terbang _last flight_, tapi ternyata saya merasa badan saya kurang fit dan tentunya tidak bisa memaksakan diri,” jelas AHY lebih lanjut. "Saya juga masih punya tugas untuk 10 hari ke depan ini bisa terus kampanye di lapangan di berbagai daerah sampai dengan nanti berakhirnya masa kampanye,” tambahnya. 

Sempat beredar informasi bahwa ketidakhadirannya di GBK karena dilarang SBY, AHY menjelaskan, "Tidak sama sekali." "Kalau itu yang beredar, dalam kesempatan ini saya sampaikan bahwa saya adalah pribadi yang mandiri. Jadi tidak pernah ada larangan dari siapapun apalagi orang tua sendiri. Pak SBY itu selalu memberikan keleluasaan bagi anak-anaknya untuk mengambil keputusan dalam melakukan hal apapun,” tegas AHY. 

“Sekali lagi kemarin saya tidak begitu fit ya dan saya harus menjaga jangan sampai jatuh sakit, akhirnya terbaring dalam 10 hari ke depan, tidak bisa kemana-mana. Ya tentunya itu tidak kita harapkan,” terangnya. 

Usai sarapan pagi, AHY dan rombongan menuju Ponorogo, Jawa Timur untuk mengikuti kampanye bersama Edhie Baskoro Yudhoyono .(Ach)

Minggu, 07 April 2019

AHY Jelaskan Kenapa Tidak Hadiri Kampanye Akbar Di GBK

E-NewsIndonesia - Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) nampak tak menghadiri kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK hari minggu kemaren, 7 April 2019.

AHY pun memberikan keterangan pers di RM. Taman Sari Surakarta, Senin 8 April 2019 terkait ketidakhadiranya pada acara tersebut.

Menurut putra dari Presiden RI ke-6 ini mengatakan ketidakhadiranya dikarenakan kondisi badanya yang kurang fit.

"Kondisi badan yang kurang fit, sangat terpaksa tidak bisa menghadiri kampanye akbar kemarin," tuturnya

Menurutnya akumulasi rangkaian kampanye berminggu-minggu ke berbagai daerah. Terakhir acara dari Indramayu, lalu ke kampanye di Jogjakarta dan langsung terbang ke Singapura menemui sang ibunda yang sakit.

"Selama dua hari dua malam saya menemani ibu Ani. Kebetulan ibu sering terjaga saat malam hingga saya harus menemaninya memberikan semangat," lanjut AHY

Sebenarnya AHY sudah berusaha untuk hadir dalam kampanye akbar dan Sabtu malam langsung pulang menuju ke Jakarta menggunakan penerbangan terakhir.

"Saya sudah merencanakan hadir dalam kampanye akbar dan malam minggu saya terbang ke Jakarta. Namun kondisi badan tidak fit sehingga saya putuskan untuk tidak memaksakan hadir," jelasnya

AHY mengatakan tidak memaksakan diri karena beberapa hari kedepan dirinya masih harus berjuang mengkampanyekan partai Demokrat.

"Saya memilih tidak memaksakan diri karena beberapa hari kedepan masih harus melakukan kampanye," tukas AHY.(Ach)

Rabu, 03 April 2019

AHY Hadiri Isra Mi'raj Pesantren Al-Zaytun Indramayu

E-NewsIndonesia - Man jadda wa jadda, siapa yang berusaha dengan yakin, maka keberhasilan akan menghampirinya. Kalimat tersebut terucap oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Direktur Eksekutif Yudhoyono Institute.

"Jangan sampai pernah berharap kita sebagai bangsa Indonesia bisa lebih baik lagi ke depan, jika kita tidak punya keyakinan. Man jadda wa jadda, siapa yang berusaha dengan yakin, maka keberhasilan akan menghampirinya," tegas AHY di depan sekitar 10 ribu santri, guru dan pengasuh pondok pesantren Al-Zaytun. 

Mereka memenuhi Masjid Rahmatan li'l Alamin di kompleks pesantren yang terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (3/4-2019) siang.

AHY menyampaikan hal tersebut dalam orasi kebangsaan bertema 'Mewujudkan Integritas Bangsa menuju Indonesia Abadi' dalam peringatan Isra Mi'raj yang diselenggarakan Pondok Pesantren Al-Zaytun.

AHY mencontohkan pentingnya keyakinan yang kuat melalui kisah Isra Mira'j, yakni perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina (Isra), lalu dari Masjidil Aqsha menuju Sidrathul Muntaha atau langit ke-7 (Mi'raj) untuk mendapatkan perintah salat lima waktu. 

"Kita harus yakin seperti kita yakin pada bagaimana Isra Miraj itu terjadi. Keyakinan seperti itu yang dibutuhkan bangsa kita ke depan. Kerja keras dan kerja sama harus kita lakukan untuk kebaikan bangsa kita ke depan," jelas AHY. 

Khusus pada generasi muda santri, AHY menegaskan, "Indonesia harus bisa memiliki generasi bangsa yang mengedepankan nilai nasionalis dan religius. Indonesia harus dapat diawaki oleh generasi penerus bangsa yang memiliki jati diri yang kokoh, serta kemauan untuk menyebarkan nilai Islami yang membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia."

Dalam sambutan balasannya, pendiri dan pimpinan pondok pesantren Al-Zaytun Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang (75) atau yang dikenal juga dengan Syaikh Panji Gumilang, tidak menyembunyikan kekagumannya pada pemikiran-pemikiran AHY. "Ayahanda SBY harus merelakan ananda AHY untuk maju jadi Presiden tahun 2024," katanya menasehati, disambut tepuk tangan riuh para santri. "AHY memiliki keunggulan pemikiran dan keunggulan fisik sebagai pemimpin," ketika ditanya kenapa ia mendorong AHY maju jadi Presiden mendatang. 

Dua putrinya maju sebagai caleg dari Partai Demokrat. Anis Khoirunissa menjadi caleg DPR RI untuk Dapil Jabar 8 (Kab-Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu) sedangkan adiknya Shofiya al Widad menjadi Caleg DPRD Kabupaten Indramayu.

Sebelum orasi, Syaikh Panji mengajak AHY berkeliling kompleks pesantren seluas 1.200 hektar ini, termasuk lahan sawah dan waduk yang tengah dibangun. "Untuk menghidupi puluhan ribu orang di sini, lebih baik kami mandiri," kata Syaikh Panji. 

Turut mendampingi AHY dalam kegiatan ini antara lain Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanagara dan wakil ketua komisi I DPRD Jabar Sri Budihardjo Herman. (Ach)

SBY Gunakan Hak Pilih Di Kedubes Singapura

E-NewsIndonesia - Pada hari ini, Minggu 14 April 2019 sekitar Pukul 16.00, Presiden RI Ke-6 SBY melaksanakan hak konstitusionalnya sebaga...