Senin, 20 Mei 2019

Ngopi Choy Di Kedai Hitam Legam, Rasakan Sensasinya


E-News Indonesia - Buat kalian yang baru tau Serunya ngopi bareng di Kafe bareng temen, tapi nggak cukup tau Perbedaan karakter & cara mengolah seduhan Biji Kopi. 

Kayaknya perlu deh mampir ke Kedai ini. Kedai Hitam Legam ini baru sekitar satu minggu buka. Meski sekedar Angkringan di tepian jalan. Rasa dan suasananya nggak kalah nyaman loh sama di Kafe. 

Selain Barista sekaligus Pemiliknya adalah Maestronya Magician Cirebon yang tentunya begitu Piawai memainkan berbagai Trik-Trik Hiburan. Dia juga ga pelit ilmu dan wawasan seputar Kopi. 

Kopi loh yaaaa, jangan tanya yang lain, apalagi tanyain kabar si dia yang udah lama pergi ninggalin kamu pas lagi sayang-sayangnya. 

Tuh kan, mulai Baper ? Udah donk Gaes, daripada senyum-senyum Sendiri mulu, mending buruan Cobain. Dateng aja ke Sisi Barat Alun-Alun Kasepuhan Cirebon. Pagi Siang Sore atau pun Malem Buka Terus kok, tentunya kalau Om Choy Miracle alias sang Baristanya masih Strong buat menyajikan kopi olahan Terbaiknya. Okay, selamat mencoba.(Den Bayu)

Diduga Permasalahan Hutang Nyawa Istri Melayang

E-News Indonesia - Pembunuhan sadis terjadi di Kompleks Griya Bandung Indah (GBI) Desa Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Minggu (19/5/2019) malam. Korban ditemukan terbungkus karung plastik dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Pembunuhan sadis tersebut menimpa pasangan suami istri, Feri (30) dan Jihan Nur Shofia (28). Menurut informasi yang berhasil dihimpun, jasad sang istri ditemukan terbungkus karung plastik beberapa jam setelah peristiwa penganiayaan dengan kekerasan kepada sang suami.

Sementara Feri selamat dari peristiwa upaya pembunuhan tersebut, namun mengalami luka parah. Saat ini Feri tengah dirawat intensif di Rumah Sakit Al Islam Kota Bandung.

Yulius Widodo (39), warga setempat, menuturkan peristiwa tersebut terjadi menimpa tetangganya, yang tinggal tepat di samping rumahnya di Blok H2 Nomor 12, RT 05/13 Kompleks GBI.  Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar waktu Isya.

"Pas pulang dari salat Isya (tarawih) di sini ada rame-rame, tapi saya enggak tahu ada apa kirain ribut-ribut biasa aja. Ternyata om Feri keluar rumah sampai berdarah-darah di bagian lehernya," tuturnya.

Menurutnya, korban sempat mengejar pelaku hingga di depan rumah, namun pelaku langsung melarikan diri. Karena tidak tahan menahan luka di tubuhnya, korban langsung ambruk di depan rumah.

Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian warga kompleks yang baru keluar tarawihan di Masjid Ulul Albab tepat berada di depan rumahnya. Korban yang alami luka parah langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Awalnya istrinya kok tidak ada, dicarilah sama keluarganya, dihubungi juga tidak ada. Karena penasaran dicari lagi sama kakaknya di dalam rumah, pas ke belakang rumah ketendang karungnya, ternyata jasadnya ada di dalam karung," tuturnya. .
Masalah utang diduga jadi pemicu kasus penganiayaan dan pembunuhan terhadap pasangan suami, istri Feri Fadli (30) dan Jihan Noor Shoofi (28). Dugaan motif penganiayaan dan pembunuhan tersebut berdasarkan keterangan dari Kaceng, seorang teman terduga pelaku, Sandi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, setelah penyidik mendapatkan keterangan dari saksi Agus Darmawan bahwa terduga pelaku adalah Sandi, penyidik langsung bergerak memburu pelaku.

"Penyidik meminta keterangan dari Keceng, teman terduga pelaku. Saksi Kaceng menyebutkan pada Minggu 19 mei 2019 sekitar pukul 17.30 WIB, pelaku Sandi pamit kepadanya hendak pergi ke Kompleks GBI untuk menagih uang," kata Truno, Senin (20/5/2019).

Diduga, Sandi pergi ke Kompleks GBI itu adalah ke rumah korban Jihan dan Feri di Kompleks Griya Bandung Indah (GBI) Blok H2 Nomor 12 RT 02/13 Desa Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. "Sampai saat ini pelaku masih dalam penyelidikan dan pengejaran petugas. Sedangkan Feri suami korban Jihan belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan sehingga motif pasti pembunuhan tersebut belum bisa diketahui," ujar Truno. 

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Unit Indonesia Automatic Finger Print System (Inafis) Polres Bandung, korban Jihaan Noor Shoopi meninggal dunia diduga akibat jeratan kawat di leher. "Jenazah korban Noor dibawa ke RS Polri Sartika Asih Bandung untuk diautopsi," tutur Truno. 
#yunirusmini fb
#sumber info sindo news dan tribun jabar

Minggu, 19 Mei 2019

Anak Yatim Samadikun Dapat Kado Lebaran Rumah Zakat Cabang Cirebon


E-NewsIndonesia - Masih dalam tema Ramadhan Berdaya yang sebelumnya telah mengadakan kegiatan Berbagi Buka Puasa Bersama anggota Sedekah Sampah RW.10 Samadikun Selatan dan jamaah Masjid Irsyadul Ula, Minggu( 18/5 -209).

Rumah Zakat Cabang Cirebon dan Pengurus Sedekah Sampah RW.10 Samadikun Selatan melaksanakan kegiatan Penyaluran Kado Lebaran Yatim untuk 18 anak usia sekolah warga di wilayah tiga RT 01, 02 dan 03 RW.10 Samadikun Selatan.

Kegiatan yang di mulai pukul 16.00 WIB bertempat di titik kumpul awal Baperkam dan di akhiri poto bersama di sisi Pantai Samadikun Kesenden. Adapun kegiatan poto bersama di sisi pantai atas permintaan pihak Rumah Zakat untuk lebih mengenal kearifan wilayah binaan yang kebetulan berlokasi di sisi laut Jawa.

Hadir perwakilan dari Rumah Zakat fasilitator Ibu Lisaidah dan Bapak Adna di dampingi Pengurus Sedekah Sampah RW.10 Samadikun Selatan.

Perwakilan Rumah Zakat berharap dengan penyaluran Kado Lebaran Yatim akan menambah semangat kegiatan aktifitas Ramadhan serta meringankan beban dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H yang akan menjelang.

"Semoga hadiah ini bisa menambah semangat anak-anak dan bisa meringankan beban menjelang hari raya," tutur Lisaidah

Sementara itu ketua RW.10 Samadikun Selatan sekaligus Ketua Sedekah Sampah Lukman Santoso menyampaikan  ucapan terimakasih dan penghargaan yang tinggi atas perhatian dan kerjasama Rumah Zakat selama ini.

"Terimakasih banyak Rumah Zakat yang selalu membantu kegiatan kami. Baik di Program yang sudah berjalan maupun di kegiatan sosial kemasyarakatan yang ada di RW.10. Semoga Rumah Zakat semakin eksis dan besar serta menjadi garda terdepan dalam upaya melayani umat," tukas Lukman.(Ach)

Transporter berbagi takjil bersama alumni SMPN 9

E-NewsIndonesia - Komunitas driver online transporter bersama alumni SMP N 9 kota Cirebon angkatan 1996 melaksanakan kegiatan bagi takjil di depan pusat perbelanjaan di jalan Cipto Kota Cirebon Minggu 19/5-2019.

Jumlah takjil yang dibagikan 400 pack
untuk para pengguna jalan raya. Dimas Divo Adiputu swbagai koordinator kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini wujud dari rasa syukur para driver online atas rezeki yang diperoleh.

"Memang setiap tahun kami selalu mengadakan kegiatan ini. Kali ini kita berbagi takjil di jalan nanti kita akan susul dengan kegiatan lain juga," tutur Divo

Selain berbagi takjil komunitas driver online ini berencana akan mengadakab buka puasa bersama.

"Insya Allah kami akan kembali berbagi dengan masyarakat selain berbagi takjil kami berencana mengadakan bukber bareng anak yatim," tukas Divo. (Ach)

Sabtu, 18 Mei 2019

Polres Metro Jakarta Pusat Amankan 20 Peserta Sahur on the Road Kedapatan Bawa Sajam

E-News Indonesia  – Petugas Polres Metro Jakarta Pusat menangkap 20 pemuda dan remaja lantaran kedapatan membawa senjata tajam (sajam) saat hendak menggelar sahur on the road (SOTR), di depan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5/2019) dini hari.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian Rishadi, menuturkan dari 20 orang yang diamankan itu lima di antaranya perempuan.

“Mereka yang diamankan terdiri dari pelajar SMP, SMA, SMK hingga ada yang sudah lulusan sekolah,” kata AKBP Arie.

Ketika petugas menggeledah ada ditemukan beberapa senjata tajam seperti parang, pisau sisir, golok dan celurit. Bisa jadi mereka ini akan melakukan kejahatan, namun keburu ketangkap polisi.

Ketika mereka digeledah polisi, ternyata juga ada ditemukan sajam dari tangan wanita dan petugas langsung mengamankan. 

“Saat petugas menginterogasi mereka mengaku belum pernah melakukan kejahatan. Pelaku mengaku hanya untuk berjaga-jaga saja,” ujar AKBP Arie saat menginterogasi salah satu pelaku yang membawa sajam.

Mereka yang ketangkap itu mengaku bahwa senjata tajam dipesan pada tukang las di kawasan Ciledug. “Mereka hanya membawa potongan besi kemudian menempahnya ke tukang las,” aku salah satu pelajar di hadapan petugas.

Dari 20 pelaku, dua di antaranya dijadikan tersangka. Karena sebagian di bawah umur. Mereka akan dijerat Pasal 12 UU Darurat Tahun 1951 dengan ancaman kurungan di atas 5 tahun. “Selama bulan Ramadan polisi terus mengadakan patroli untuk memburu pelaku kejahatan lainnya,” tegas AKBP Arie.

Sementara itu, Kanit Ranmor Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Santi Wiranti mengatakan, pelaku merupakan anak-anak orang kaya.

“Mereka sebagian warga Jakarta Utara. Saat kami tangkap mereka menggunakan mobil yang dichek itu milik orang tuanya,” jelas Iptu Santi.

Menurut pengakuan mereka ijin ke orang tua untuk bagi-bagi makanan kepada warga kurang mampu. “Begitu kejadian  orang tua pelaku kaget saat ditangkap menggunakan senjata tajam,” jelas Iptu Santi.(Ach/Ist)

Kamis, 16 Mei 2019

Sunjaya Ahirnya Dilantik dan Langsung Diberhentikan

E-NewsIndonesia - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ahirnya membacakan berita acara pelantikan, Sunjaya Purwadisastra kemudian diberhentikan dari jabatannya sebagai Bupati Cirebon. Sunjaya merasakan jabatan sebagai Bupati Cirebon periode 2019-2024 kurang dari 15 menit.

Terdakwa suap terkait jual-beli jabatan di Kabupaten Cirebon, Sunjaya Purwadisastra dilantik sebagai Bupati Cirebon periode 2019-2024 oleh Gubernur Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Jumat (17/5-2019).


Ridwan Kamil mengatakan seharusnya pelantikan ini dilaksanakan pada akhir masa jabatan Bupati Cirebon periode 2014-2019, yakni pada Selasa 19 Maret 2019. 


Berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 131.32/2095/sj tertanggal 6 Maret 2019, atas pertimbangan proses hukum bupati terpilih dan kondusivitas menjelang Pemilu 2019, sehingga meminta Gubernur Jawa Barat agar mempertimbangkan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Cirebon terpilih dilaksanakan pascapemilu tahun 2019.


"Pelantikan ini harus dilaksanakan sesuai amanat Undang-Undang 10 tahun 2016 pasal 164 ayat (7) yaitu dalam hal calon bupati dan/atau calon wakil bupati terpilih ditetapkan menjadi terdakwa pada saat pelantikan, yang bersangkutan tetap dilantik menjadi bupati dan/atau wakil bupati, kemudian saat itu juga diberhentikan sementara sebagai bupati dan/atau wakil bupati," jelas pria yang akrab dipanggil Emil ini

Ia mengatakan amanat pelantikan tertuang dalam Surat Mendagri nomor 131.32/7959/otda tanggal 4 Oktober 2019 hal penyampaian keputusan Menteri Dalam Negeri terkait pemberhentian Bupati Cirebon masa jabatan 2014-2019 dan pengangkatan bupati serta Wakil Bupati Cirebon masa jabatan 2019-2024. Serta surat Mendagri Nomor 131.32/2650/otda tertanggal 9 Mei 2019 hal penyampaian keputusan menteri dalam negeri terkait pemberhentian penjabat Bupati Cirebon.

"Sebagaimana ketentuan dan amanat sebagaimana dimaksud, pada hari ini dilaksanakan pelantikan terhadap Bupati dan Wakil Bupati Cirebon terpilih masa jabatan tahun 2019-2024," kata Emil.

Seperti kita ketahui bersama, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan kepada Sunjaya di Pendopo Kabupaten Cirebon di Jalan Siliwangi Cirebon pada 24 Oktober 2018. Sunjaya langsung ditetapkan sebagai tersangka.(Ach/Ist)

Silaturahmi dengan Sejumlah Kepala Daerah dan Tokoh Bangsa, AHY Tak Ingin Indonesia Pecah

E-NewsIndonesia - Setelah delapan bulan melewati proses demokrasi yang melelahkan, kita sebenarnya berharap di tanggal 17 April 2019 adalah momentum kita kembali merekatkan tali silaturahim, bersalam-salaman dan saling memaafkan akibat kompetisi politik bersama," terang Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Balai Kirti, Museum Kepresidenan RI, Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/5-2019) sore. 

Acara Silaturahim Bogor untuk Indonesia ini dihadiri pula Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, dan Wali Kota Bogor Bima Arya. Selain itu hadir pula Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diany, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, dan Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid. 

AHY bersama para tokoh yang hadir sepakat bahwa diperlukan niat dan komitmen yang besar untuk memperjuangkan Indonesia dalam mencegah adanya perpecahan bangsa.

"Mudah-mudahan kita semua teguh pada upaya menempatkan kepentingan bangsa di atas yang lainnya. Jangan sampai perbedaan identitas justru semakin terpecah. Perbedaan itu kekuatan, tidak semua negara dikarunai kemajemukan seperti yang kita nikmati," jelas AHY.

Kepada awak media yang hadir, AHY menyampaikan pandangan dan harapannya terhadap munculnya isu perpecahan bangsa pasca pemilu yang berpotensi merusak keutuhan Indonesia untuk lima sampai sepuluh ke depan.

"Kita ketahui bersama bahwa sampai dengan hari ini, perselisihan paham karena beda capres dan pandangan politik kemudian akan berlarut-larut. Pertanyaanya: sampai kapan berhenti? Atau ini menjadi norma baru dalam demokrasi kita? Tentu kita tidak berharap itu terjadi," lanjut AHY  

Wali Kota Bogor Bima Arya juga menjelaskan hal yang sama, bahwa pertemuan yang berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan ini memang sengaja dilaksanakan untuk menyatukan hati dan pikiran dalam membangun Indonesia menjadi negara yang lebih damai.

"Kami semua hari ini dipersatukan bahwa kita cinta Indonesia dan kita cinta perdamaian. Kita ingin Indonesia yang damai. Seluruh pembicara diwarnai energi positif untuk membangun Indonesia dengan cara yang damai," ujar Bima.

Mengawali acara silaturahmi tersebut, AHY bersama para tokoh lainnya berkumpul di Balaikota Bogor yang terletak di Jl. Ir. H. Juanda no. 10, Kelurahan Panaton, Kecamatan Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat. Kemudian mereka bersama-sama menuju Balai Kirti menggunakan transportasi andalan kota itu, yaitu bus wisata Uncal (_Unforgettable City Tour at Loveable City_). Sambil berjalan menuju Museum Kepresidenan RI, AHY bercengkrama dengan para tokoh sambil menikmati sejuknya udara Kota Hujan di sore itu. 

Sesampainya di museum, AHY  menghampiri ruangan _audio visual_ untuk sejenak menonton cuplikan mengenai sejarah kemerdekaan Indonesia. Setelahnya, mereka bersama-sama berjalan menuju Perpustakaan Kepresidenan untuk melaksanakan dialog. (ach/ist)

Ngopi Choy Di Kedai Hitam Legam, Rasakan Sensasinya

E-News Indonesia - Buat kalian yang baru tau Serunya ngopi bareng di Kafe bareng temen, tapi nggak cukup tau Perbedaan karakter & ca...