Kamis, 12 Desember 2019

AHY Lepas Lulusan Akademi Demokrat Angkatan Pertama

E-Newsind Jakarta : Setelah menjalani pendidikan Tahap Utama selama seminggu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai penanggungjawab Akademi Demokrat, Rabu (11/12) pagi menutup rangkaian pendidikan di Hotel Century Atlet. Setelah melalui sidang akademik, 45 Taruna Akademi Demokrat dinyatakan lulus. 

Lalu siang harinya, Ketua Umum Partai Demokat, Susilo Bambang Yudhoyono mewisuda para Taruna dihadapan para pimpinan Partai Demokrat yang datang dari seluruh pelosok daerah, di Jakarta Convention Centre. 

Saat acara wisuda tersebut, AHY menjelaskan tentang Akademi Demokrat Angkatan Pertama ini. "Akademi Demokrat merupakan sebuah ide, sebuah gagasan untuk melanjutkan pengabdian Partai Demokrat di negeri ini. Pak SBY, Ketua Umum kita, menekankan pentingnya regenerasi dan kaderisasi,” tutur AHY. 

Dirinya ingin mereka tidak hanya memiliki militansi, kesetiaan, dan loyalitas seperti yang sering mereka teriakan, Satya, Dharma, Nagara. Tetapi mereka juga dibekali dengan berbagai wawasan.   Partai Demokrat ingin kembali bangkit dan berjaya di masa depan karena didukung penuh oleh kader-kader yang militan, yang memiliki kapasitas dan juga integritas.

"Kita berharap bahwa mereka kelak bisa menjadi _role model_ bagi kader-kader lainnya," harapnya. 

“Tunjukkan semangat kalian,” seru AHY mengundang para Taruna maju ke depan dan memperkenalkan mereka. Dengan penuh semangat, para Taruna menunjukkan yel-yel Akademi Demokrat. Suara lantang dan hentakan kaki mereka menggetarkan ruangan. Kembali tepuk tangan meriah dilayangkan para kader yang berdecak kagum. 

Pada kesempatan itu, AHY juga mengumumkan peraih predikat Taruna terbaik Akademi Demokrat Angkatan Pertama ini. 

"Atas dasar gabungan tri pola dasar, penilaian akademik, mental kepribadian, dan jasmani, maka dapat saya sampaikan pada kesempatan yang terhormat ini, bahwa peraih Bintang Kesatria Cendekia Utama adalah Saudari Fitry Rochmatia Noer, Taruna dari anggota DPR RI Guntur Sasono, dapil Jatim VIII,” sebut AHY disambut tepuk tangan meriah para kader.

Dengan mata berkaca-kaca dan muka penuh haru, Fitry naik ke atas panggung dan disematkan medali Bintang Kesatria Cendekia Utama oleh Ketua Umum Partai Demokrat SBY.

Selain Fitry, AHY juga mengumumkan Taruna-Taruna Akademi Demokrat yang berprestasi di masing-masing bidang. Taruna terbaik di bidang akademik diraih oleh Abdullah Apa, Taruna dari anggota DPR RI Benny K Harman, dapil NTT 1.  Terbaik di bidang mental dan kepribadian, diraih oleh Andi Andis, Taruna dari anggota DPR RI Irwan, dapil Kaltim. Terbaik di bidang jasmani diraih Arief Hidayatullah, taruna dari anggota DPR RI Bambang Purwanto, dapil Kalteng.

Selain dinyatakan lulus, para Taruna Akademi Demokrat juga menandatangani Surat Pernyataan Komitmen jika pindah ke partai lain akan dikenai denda sebesar satu miliar rupiah. 

“Mereka semua sudah tanda tangan kontrak. Usia mereka muda-muda tapi sudah berani tanda tangan kontrak. Dalam 10 tahun ke depan, mereka bersedia tidak akan pindah kemana-mana. Dan kalau itu terjadi, 1 miliar rupiah akan mereka tanggung. Betul tidak Taruna?” tanya AHY. "Betul ...” jawab Taruna tegas. “Ada yang dipaksa?” tanya AHY lagi dan dijawab tegas tidak oleh para Taruna. 

"Nah mereka saja tidak merasa dipaksa, apalagi yang para senior-senior kita ini semuanya. Supaya tidak mudah masuk dan keluar Partai Demokrat,” kata AHY disambut tepuk tangan para kader.

Selama seminggu, para Taruna yang lolos ke pendidikan Tahap Utama menerima berbagai materi selain pendidikan jasmani dan mental kepribadian. Mulai dari topik tentang Sistem Politik dan Demokrasi, Sistem Hukum dan Legislasi, Pertahanan dan Keamanan Negara, Komunikasi Politik, Media dan Komunikasi, hingga Diplomasi dan Hubungan Internasional. Para pengajar yang dihadirkan juga ahli di bidangnya, dari Andi Mallaranggeng, Syarief Hasan, hingga Dino Patti Djalal. (bcr/csa)

Selasa, 10 Desember 2019

Hadiri Peringatan Antikorupsi Sedunia di KPK, AHY Ajak Lawan Korupsi Bersama

E-NewsInd : Mewujudkan negara yang bebas dari korupsi bukan perkara mudah. Semua pihak harus bekerja sama untuk memberantas praktik-praktik korupsi yang masih marak terjadi. 

“Kita harus melawan korupsi bersama-sama karena ini bukanlah hal yang mudah,” tegas Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat menghadiri acara peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (9/12) pagi. 

“Dengan demikian, tentunya saya mewakili Partai Demokrat berharap bahwa KPK dapat terus memiliki peran yang penting, jangan sampai dilemahkan. Kita juga berharap ke depan Indonesia menjadi negeri yang semakin bersih, semakin berintegritas, sehingga pembangunan ke depan juga semakin baik,” lanjutnya. 

Pada kesempatan yang sama, AHY menanggapi wacana penetapan aturan tentang keikutsertaan mantan napi koruptor dalam kontestasi Pilkada. Ia menyampaikan bahwa Demokrat berkomitmen dalam menghadirkan figur-figur yang memiliki kapasitas, integritas, dan menjadi bagian dari solusi. 

“Kedepan saya memiliki optimisme jika para politisi, para tokoh, pemimpin di daerah maupun di pusat juga senantiasa memiliki semangat untuk menumbuhkan komitmennya dalam rangka open dan good governance, serta juga bisa meyakinkan bahwa semua itu harus kita wujudkan demi kesejahteraan rakyat,” terang AHY. 

“Jangan sampai ada uang negara yang tidak jelas penggunaannya apalagi memperkaya diri sendiri. Kita ingin melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkarakter dan berintegritas,” pungkasnya. (bcr)


Senin, 09 Desember 2019

SBH Kembalikan Berkas Dan Resmi Daftar Ke PKB Sebagai Bacabup Indramayu

E-NewsInd : Ir.H. Sri Budihardjo Herman M.I.Pol (SBH) Ketua DPC Partai Demokrat Indramayu sambangi kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Indramayu, Senin 9 Desember 2019.

Kedatangan SBH bersama pengurus DPC Partai Demokrat Indramayu untuk mengembalikan berkas pendaftaran dan resmi mendaftar sebagai bakal calon Bupati Indramayu melalui PKB.

Pimpinan rombongan SBH Taufiq Hadi Sutrisno mengutarakan kepada panitia penjaringan PKB bahwa maksud kedatanganya adalah guna mendaftarkan SBH sebagai calon Bupati Indramayu.

"Menindaklanjuti kedatangan kami dua hari lalu mengambil berkas pendaftaran, hari ini kami membawa berkas dan calon bupati kami Sri Budihardjo Herman untuk mendaftar penjaringan dari PKB," tutur Taufiq

Sementara itu sekretaris DPC Demokrat Indramayu Nurpan menegaskan bahwa SBH tidak mendaftar sebagai wakil Bupati namun sebagai bakal calon Bupati.

"Perlu teman-teman panitia ketahui bahwa ketua kami mendaftar sebagai calon Bupati bukan sebagai wakil Bupati. Karena SBH adalah kader terbaik partai Demokrat Indramayu yang sudah tiga periode menjadi anggota DPRD Jawa Barat," tegas Nurpan

SBH sendiri berterimakasih kepada panitia penjaringan PKB yang berkenan menerima pendaftaran dirinya. Menurut politisi partai Demokrat ini PKB dan Demokrat memiliki Histori memenangkan pilkada di Indramayu.

"Demokrat dan PKB sudah pernah memenangi Pilkada di Indramayu. PKB pernah mendapat kursi sebagai wakil Bupati begitupun Demokrat. Jadi saya rasa langkah yang tepat saya mendaftarkan diri ke PKB," jelas SBH

PKB sendiri mendapatkan 7 kursi dan Demokrat 3 kursi. Total 10 kursi legislatif cukup untuk mencalonkan pasangan Bupati dan wakil Bupati pada Pilkada Indramayu 2020.

"Walaupun kita sudah cukup 10 kursi dan bisa mendaftar tentunya kita tetap pada komitmen koalisi yang tadi kita Deklarasikan," lanjut SBH

Koalisi besar sendiri melibatkan Partai Demokrat, PKB, PDIP, PKS, Hanura, Nasdem, dan Perindo. Deklarasi sebagai Koalisi Perubahan Untuk Rakyat.(Ach)

Koalisi Perubahan Untuk Rakyat Terbentuk Hadapi Pertarungan Pilkada Indramayu

E-NewsInd : Menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Indramayu partai-partai politik mendeklarasikan terbentuknya Koalisi Perubahan Untuk Rakyat, Senin 9 Desember 2019 di Hotel Wiwi Perkasa Indramayu.

Partai politik yang bersepakat membentuk koalisi tersebut Partai Demokrat, PDIP, PKB, Hanura, Nasdem, PKS dan Perindo dengan total kursi di DPRD Indramayu sebanyak 22 Kursi parlemen.

H. Ali Wadhana sebagai ketua koalisi mengatakan bahwa koalisi ini terbentuk karena adanya keinginan bersama untuk perubahan Indramayu.

"Kita membentuk koalisi ini karena didasari oleh kepentingan yang sama ingin perubahan Indramayu," tutur Ali

Hal tersebut diamini oleh para ketua parpol yang berkumpul untuk menandatangani deklarasi tersebut.

H.M. Solichin dari PKB mengatakn bahwa koalisi ini solid dan akan bertambah bila Gerindra bersepakat untuk bergabung.

"Insya Allah Partai Gerindra pun akan bergabung pada koalisi ini. Karena mereka juga satu tujuan perubahan Indramayu," tutur Solichin

Sedangkan H. Sri Budihardjo Herman (SBH) dari Demokrat berharap koalisi ini akan solid dan tidak terpecah sampai pada hari pelaksanaan pilkada Indramayu.

"Saya berharap koalisi yang terbangun ini tetap solid dan tidak berubah.  Bahkan harusnya bertambah dengan bergabungnya partai lain seperti Gerindra," tukas SBH. (Ach)

SMA N 5 Cirebon Raih Juara 3 Turnamen Futsal Piala AFKC

E-NewsInd : SMA Negeri 5 kota Cirebon raih peringkat 3 turnamen futsal piala AFKC 2019 setelah menaklukan SMKN 1 Cirebon (B) 6 : 5 pada Minggu, 8 Desember 2019 di Gor Bima Cirebon.

Pelatih SMA Negeri 5 Coach Wawa Bechkam sangat merasa bersyukur bisa menjadi juara ketiga setelah pada turnamen sebelumnya gugur pada babak 8 besar.

"Sebelumnya SMA 5 paling masuk 8 besar sudah tumbang dan Alhamdulillah sekarang walau cuma 3 besar setidaknya ada perkembangan / kemajuan futsal SMA 5," jelas Coach Wawa

Dirinya berusaha untuk selalu meningkatkan performa futsal SMA N 5 Cirebon. Tentunya Wawa berharap anak-anak tetap fokus pada pelajaran sekolah.

"Prestasi olahraga tetap harus diimbangi oleh prestasi akademik. Jangan sampai prestasi olahraga membuat mereka kedodoran dalam belajar," tukas coach Wawa.(Ach)

SMK Negeri 1 Cirebon Juarai Turnamen Futsal Piala AFKC

E-NewsInd : SMK Negeri 1 kota Cirebon berhasil menjuarai turnamen futsal piala AFKC kota Cirebon setelah mengalahkan SMA N 1 Jamblang Minggu, 8 Desember 2019.

Pembina Futsal SMK Negeri 1 kota Cirebon M. Reza Indrawan S.Pd merasa bersyukur anak didiknya berhasil menjuarai turnamen ini.

"Alhamdulillah...pertama yang paling utama saya ucapakan puji syukur kepada Allah SWT. Juara ini berkat hasil kerja keras kita semua, rekan rekan (staf) pelatih dan anak anak.
Kedisipilan anak anak baik dalam ekstrakulikuler maupun intrakuliler menambah semangat juara kita," tutur Reza

Namun Reza berharap anak-anak didiknya juga harus tetap fokus kepada sekolahnya.

"Sekali lagi semua ini berkat kedisiplinan anak-anak dalam memeneg waktu latihan dan belajar di sekolah," lanjut Reza

Reza mengucapkan terimaksih juga kepada ketua pelaksana AFKC yang  benar-benar mensuport untuk anak- anak pelajar untuk berprestasi di ekstrakulikuler. 

Sementara itu Joko Santoso sebagai pelatih kepala dari SMKN 1 Cirebon merasa berterimakasih kepada jajaran pelatih yang teridiri atas dirinya, Rifki Qori Hidayat, dan M. Reza Indrawan yang sdah bahu-membahu menggembleng tim juara.

"Ini semua berkat kesolidan dari jajaran pelatih, pihak sekolah dan para pemain. Alhamdulillah kita sesuai target kita di event ini. Kita akan berikan yang terbaik buat kota Cirebon karena kita akan mewakili kota Cirebon di event AFP Jabar," tukas Joko. (ach)

Apa Sih Akademi Demokrat Itu ?

E-NewsInd : Dalam proses transformasi partai, kaderisasi merupakan salah satu proses penting yang harus senantiasa dijalankan. Regenerasi menjadi kunci untuk menjaring calon-calon pemimpin berpotensi. Seperti yang dilakukan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan menggagas berdirinya Akademi Demokrat. 

Kala itu AHY masih menjabat sebagai Komandan Kogasma (Komando Satuan Tugas Bersama) Pemenangan Pemilu 2019 untuk Partai Demokrat. Pendidikan Akademi Demokrat angkatan pertama ini dikhususkan bagi anggota tim kampanye para calon anggota legislatif Partai Demokrat yang berjuang di daerah pemilihan masing-masing pada Pilkada serentak 2018 lalu.

Politisi, selain bersifat politis, juga merupakan profesi, yang memerlukan standar profesionalisme tertentu. Untuk itu, AHY berpandangan bahwa diperlukan pendidikan profesional. 

"Saya pernah berdiskusi dengan Ketua Umum Bapak SBY, ingin menghadirkan semacam AKABRI-nya Partai Demokrat," ujar AHY dalam acara Malam Budaya Nusantara di Mataram, NTB, pada 7 Mei 2017 silam. Gagasan ini akhirnya diwujudkan dalam bentuk Akademi Demokrat. 

Akademi Demokrat dibentuk sebagai ujung tombak transformasi Partai Demokrat menjadi partai modern yang berasaskan nasional-religius melalui pendidikan profesional dan merit system. Jati diri Akademi Demokrat adalah sekolah pejuang, patriot, dan kader pemimpin bangsa. Akademi Demokrat adalah bagian dari pendidikan politik dan cara Partai Demokrat dalam melakukan transformasi kepartaian ke arah yang lebih baik. 

Tujuan dari pendidikan ini adalah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul menggunakan sistem Tri Pola Dasar, yaitu pelatihan secara fisik, mental, dan intelektual. Pendidikan ini gratis, tidak dikenakan biaya untuk para siswa-siswinya.

"Gagasan Akademi Demokrat ini merupakan bagian besar dari blueprint Partai Demokrat untuk menjadi partai yang maju dan modern di masa depan, yang diawaki oleh kader-kader yang memiliki kapasitas dan integritas," jelas AHY.

Siswa-siswi pendidikan Akademi Demokrat disebut dengan panggilan Taruna, kepanjangan dari Tunas Muda Harapan Bangsa. Di angkatan pertama ini, untuk mencapai kelulusan para Taruna harus melalui tiga tahapan pendidikan. Tahap Pratama (Pendidikan Dasar) berlangsung selama 14 hari. Di sini, Taruna belajar bagaimana menyelenggarakan kampanye yang efektif dan efisien (how to run a political campaign). Pendidikan dilaksanakan di luar dan dalam ruangan, di Ciburial, Jawa Barat. 

Setelah melewati tahap pertama, Taruna melanjutkan pendidikan ke Tahap Madya (pendidikan lapangan), yang dilakukan selama lima bulan. Pada masa ini, Taruna menjadi bagian dari tim sukses para caleg di masing- masing dapil serta melaksanakan pembelajaran jarak jauh (distance learning). 

Dari tanggal 5 Desember 2019 hingga satu minggu ke depan, para Taruna yang lolos pendidikan Tahap Pratama dan Tahap Madya, akan dilatih, dididik dan dibekali dengan berbagai materi yang berguna dalam menjalankan tugas mendampingi para Anggota Legislatif melaksanakan tugas sehari-hari. 

Para pengajar Akademi Demokrat adalah kader atau profesional dengan strata pendidikan S-2 dan S-3. Mereka adalah lulusan terbaik dalam dan luar negeri dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Harvard University AS, Curtin University Australia, Nanyang Technological University Singapura, Norwich University AS, Queensland University Australia, King’s College Inggris, Webster University AS dan London School of Economic and Political Science (LSE) Inggris.

"Mereka kita siapkan dengan baik, juga dengan pelatihan dan penugasan di lapangan. Mudah-mudahan mereka bukan lagi sebagai penonton dalam panggung politik, namun juga menjadi pemain utama dalam tingkat nasional maupun daerah,” tutur AHY. (bcr/csa)


AHY Lepas Lulusan Akademi Demokrat Angkatan Pertama

E-Newsind Jakarta : Setelah menjalani pendidikan Tahap Utama selama seminggu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (...