Kamis, 01 Maret 2018

Ternyata Sang Begal Sempat Bersetubuh Sebelum Bunuh Dan Cor PL, Arwahnya Sering Datang Menghantui

E-NewsIndonesia - Masih ingat dengan berita Begal Sadis Bunuh PL Lalu Mengecor Mayatnya Dalam Kamar Mandi? Sampai sekarang masih menjadi pembicaraan masyarakat. Kepolisian Kendal telah menetapkan pemilik rumah, yaitu Didik, menjadi tersangka dalam kasus itu.

Didik ditetapkan menjadi tersangka setelah dia mengakui perbuatannya saat diperiksa oleh petugas. Kasus yang diperiksa berkaitan dengan penangkapan dirinya sebagai pelaku begal  yang dilakukannya pada Jumat (23/2/2018) pagi.
Didik membunuh Pemandu Lagu yang juga pacarnya itu karena sakit hati. Ia dikatain lelaki modal kelamin doang.

"Saya sakit hati makanya saya membunuhnya. Ia mengatakan kalau saya hanya modal kelamin saja,” kata Didik, Kamis 1/3-2018.

Didik mengaku, Fitri, warga Margosari, Limbangan, Kendal, adalah kekasihnya. Mereka sudah berpacaran selama empat bulan. Didik kenal dengan Fitri karena korban adalah teman kerja istrinya di tempat karaoke.

"Istri saya tidak tahu kalau saya pacaran dengan dia. Istri saya satu kerjaan dengan Fitri di tempat karaoke,” lanjutnya

Selama berpacaran dengan korban, dia sudah sering melakukan perbuatan layaknya suami istri. Perbuatan tidak senonoh itu juga dilakukannya sebelum membunuh korban.

"Istri  sedang bekerja ketika saya melakukan perbuatan intim dengan dia di rumah. Setelah itu, saya bunuh dia di kamar mandi dengan cara mencekik. Pasalnya, dia berbicara menyakitkan ketika saya tagih utang,” jelas Didik.

Setelah tahu korban meninggal dunia, ia mengaku panik karena takut diketahui oleh tetangga. Lalu dia mengubur korban di bak kamar mandi. Supaya bau mayat korban tidak tercium, lalu ia pun mengecornya jasad korban yang habis disetubuhinya.

"Saya bunuh dia hari Jumat 16/2-2018. Hari minggu ketika istri saya pulang, sempat tanya kepada saya karena mencium bau tidak sedap. Waktu itu, saya jawab bau itu dari batang tikus,” tambahnya.

Setelah istrinya kembali bekerja, Didik kemudian kembali mengecor bak mandi, tempat korban dikubur. Hal ini dia lakukan supaya bau tidak sedap itu tidak tercium lagi.

Jum'at 23/2-2018 sore, Didik ditangkap di Boja karena kasus pembegalan yang ia lakukan pada pagi hari. Saat diperiksa, ia ketakutan dan mengakui semua perbuatan yang dilakukan, termasuk pembunuhan itu.

Selama berada di tahanan Mapolres Kendal, menurut Didik, setiap malam dia seperti dikejar-kejar arwah korban. Dia menjadi ketakutan dan tidak ingin tidur sendiri sehingga dia harus tidur berdesakan dengan tahanan lain.

"Saya selalu dihantui arwah korban, saya takut tidur sendirian," terang Didik

Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar mengatakan, pelaku memang mengaku ketakutan karena sering didatangi arwah korban. Aris meminta kepada pelaku supaya mengaji dan zikir untuk mendoakan korban.

“Tiap malam dia mengaku ditemui arwah korban. Pelaku mempunyai hubungan khusus dengan korban. Mereka sudah berpacaran dan sering melakukan perbuatan intim. Perbuatan pelaku yang tega membunuh korban diketahui saat dia membegal pengendara sepeda motor di Tampingan Boja, Jum'at (23/2/2018)," jelas Aris

Pelaku memang residivis. Dia sudah pernah dua kali masuk penjara karena penggelapan dan pembegalan.

"Akibat perbuatan itu, Didik diancam pasal berlapis dengan hukum maksimal seumur hidup," pungkasnya.(E01/Ist(


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

PD Pembangunan Kota Cirebon Miliki Perumahan Rakyat

E-NewsIndonesia - Perusahaan Daerah Pembangunan (PDP) Kota Cirebon kini memiliki perumahan untuk masyarakat.  Perumahan itu Griya ...