Jumat, 14 September 2018

Mahasiswa Mulai Bergeliat Demo Atas Keterpurukan Ekonomi Indonesia

E-NewsIndonesia - Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jabodetabek dan Banten menggelar aksi Bela Rupiah di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jalan Dr Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Jumat (14/9-2018).

Massa memprotes melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar As yang terjadi akhir-akhir ini. Massa berkumpul di depan gerbang Kantor Kemenkeu. Massa menuntut untuk masuk ke dalam kantor Kemenkeu.

Polisi terus bersiaga dengan melakukan penjagaan di depan gerbang Kantor Kemenkeu.

"Kami siapkan pengamanan dari Polres Jakarta Pusat sekitar 2 kompi, tidak ada penutupan jalan. Kami persuasif saja kepada mahasiswa, mereka jangan sampai merusak," ujar Kasatlantas Polres Jakarta Pusat AKBP Juang di lokasi.

Akibat aksi, lalu lintas di sekitar dari wilayah Lapangan Banteng hingga depan Kantor Kemenkeu tampak macet. Sementara itu massa terus meneriakkan tuntutannya dan memaksa masuk ke kantor Kemenkeu
Berikut 7 tuntutan massa aksi yang diteriakkan di depan kantor Kemenkeu;

1. Mendesak pemerintah agar tetap menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah melemahnya nilai tukar rupiah tanpa harus mengintimidasi produk-produk lokal.

2. Menekan pemerintah untuk mempermudah akses peminjaman usaha dengan menjaga suku bunga kredit yang rendah.

3. Mendorong pemerintah untuk memperluas ekspor dengan mencari pasar alternarif ekspor dan mengurangi impor.

4. Menghimbau masyarakat agar meningkatkan penggunaan produk lokal dan mengurangi konsumsi produk asing.

5. Mengajak masyarakat untuk tidak menukarkan rupiah ke dolar dan memperbanyak transaksi dengan rupiah agar nilai rupiah menguat dan menukarkan dolarnya agar devisa dolar terus terjaga di dalam negeri akan kondisi rupiah kembali membaik.

6. Menekankan pemerintah supaya mempermudah sistem bongkar muat di pelabuhan yang akan berdampak mudahnya sistem ekspor dalam negeri ke luar negeri.

7. Mendesak pemerintah untuk mengakomodir produk lokal agar lebih dikenal oleh masyarakat.


pelemahan rupiah tidak lagi bisa dianggap sebelah mata oleh pemerintah. Sejumlah gerakan aksi demonstrasi mahasiswa sudah meletup diberbagai daerah.

Aksi mahasiswa dimulai dari ratusan anggota BEM se-Bandung Raya yang menggelar aksi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada Jumat (7/9-2018). Mereka menuntut agar pemerintah segera merespon pelemahan nilai tukar rupiah.

Aksi mahasiswa Bandung disambut oleh ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) yang turun kejalan dan menduduki ruang paripurna DPRD Riau pada Senin (10/9-2018). Ribuan mahasiswa tersebut menuntut Jokowi turun dari tahta karena dianggap gagal menstabilkan rupiah.

Aksi selanjutnya digelar mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-raniry, Banda Aceh, Rabu (12/9-2018). Jokowi dinilai acuh dan sibuk dengan pencitraan dirinya ketimbang mengurusi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang telah berdarah-darah.

Pada hari yang sama, mahasiswa di Makasar juga turun ke jalan menyuarakan agar Jokowi turun dari jabatannya. Aksi yang dimotori Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya tersebut dilakukan di depan Kampus I Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makasar.

Sementara di Lampung, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) M Fauzul Adzim merencanakan akan menggelar aksi pada Sabtu (15/9-2018).

Aksi yang akan digelar mahasiswa Lampung pada hari Sabtu (15/9-2018) adalah aksi ketiga kalinya. Setelah sebelumnya digelar saat Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ke Lampung, Selasa (4/9). Aksi kedua dilakukan pada Senin (10/9) di depan Simpang Tugu Radin Inten II, Rajabasa, Kota Bandarlampung.(Ach/Ist)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Taufiqurrahman Dengar dan Bantu Permasalahan Air Warga Kebon Kosong

E-NewsIndonesia - Warga RW 06 Kelurahan Kebon Kosong Jakarta Pusat mengeluhkan permasalahan kelangkaan air bersih, imbas dari adanaya pro...