Kamis, 04 Oktober 2018

JPNN dan Suara.com Minta Maaf Kepada Partai Demokrat Serta Mencabut Berita Saduran Asia Sentinel

E-NewsIndonesia - Heboh berita soal skandal Bank Century dari Asia Sentinel sudah bikin heboh. Menjadi viral di dunia maya. 

Apalagi setelah mendapatkan reaksi keras dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) berikut partainya,  Partai Demokrat. Berita itu disebut sangat menyudutkan Pak SBY.  Hingga Partai Demokrat melaporkan kepada Dewan Pers Indonesia dan juga Hongkong.

Asia Sentinel sendiri sudah mencabut berita dan meminta maaf kepada SBY dan Partai Demokrat. Namun tim yang dipimpin Hinca Pandjaitan terus mengejar penyebar berita fitnah yang dilakukan oleh media lokal.

"Memang jpnn.com adalah portal berita pertama yang menyadur tulisan Asia Sentinel. Kemudian diikuti oleh sejumlah media lokal lainnya. Bahkan ada yang bertubi-tubi tanpa mengenal waktu menyiarkannya hingga terucap bahwa Asia Sentinel tersebut "Kredibel", tutur sekjen Partai Demokrat

Oleh sebab itu, Partai Demokrat menilai ada sejumlah kekeliruan yang dilakukan teman-teman pers termasuk JPNN. 

"Menyadur informasi tersebut tanpa melakukan pendalaman dan uji informasi, sebagaimana amanat UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Sehingga kami membawa "masalah" ini ke dewan pers. Ya, istilah damage has been done saya ucapkan pada mereka," lanjut Hinca

Terlepas dari damage yang sudah terlanjur tercipta, dewan pers adalah solusi terdekat dan terbaik yang setidaknya bisa mengurangi akibat-akibag buruk dari damage tersebut.

"Tentu, bukan dgn GRUDUK kantor media. Jika teman-teman jpnn angkat topi kepada Pak SBY dan Demokrat, kami pun mengangkat seluruh baret kami kepada teman-teman," tukas Hinca

Dirinya mengataka sudah melakukan pendidikan demokrasi yang baik. Gaduh tidak menjadi panjang.

"Yang terpenting, antara kita tidak ada yg antikritik. Indah bukan? Sejumlah poin kesepakatan pun tercapai dengan musyawarah dan mufakat," lanjut mantan Sekjen PSSI ini

Menurutnya permintaan maaf tidak mengenal kata terlambat. Sebab maaf bukan diukur dengan satuan waktu, ia diukur dengan seberapa dalam dan ikhlas saat ia terucap. 

"Ya benar. Pembelajaran penting. Kami mohon, kemudian hari ini tidak terulang. Tapi dari seluruh barisan kalimat redaksi jpnn , saya tersenyum membaca potongan pesan pak Dahlan Iskan , agar tidak malu meminta maaf. Selesai. Ya, selesai.Tapi untuk kita yang sudah berdamai," ucapnya

Sementara Metro_TV & metrotvnews.com masih tidak menemui kesepakatan dengan partai Demokrat.

"Kita tunggu saja. Semoga segala proses di dewan pers yang masih berlanjut antara kita berjalan dengan fair dan menemukan keadilan bagi masing-masing kita," tambah Hinca

Senada dengan JPNN media Suara.com juga melakukan pencabutan Berita SBY yang disebut cuci uang disadur dari Asia Sentinel dan permintaan maaf kepada DPP Partai Demokrat. 

"Ini jadi pendidikan penting bagi bangsa ini bagaimana membangun Kebebasan Pers yang Bertanggung Jawab," tukas anggota DPRRI Fraksi Partai Demokrat ini.(Ach/Is)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

PD Pembangunan Kota Cirebon Miliki Perumahan Rakyat

E-NewsIndonesia - Perusahaan Daerah Pembangunan (PDP) Kota Cirebon kini memiliki perumahan untuk masyarakat.  Perumahan itu Griya ...